Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Jumpa lagi, jumpa Maissy kembali! Hahahhaha. Yak, semuanya kita berjumpa lagi di blog post baru gue. Setelah sibuk dengan urusan ini itu, akhirnya gue sempat ngeblog lagi. Eh sekarang ngepostnya udah dari benua lain loh hihihi. Tapi nanti dulu ya ceritanya soal benua baru gue ini, sekarang saatnya mencicil utang post yang belum kesampean. Post kali ini tentang BELITUNG! Yeheeeeey another bucket list accomplished! Dari dulu gue udah pingin banget ke Belitung tapi belum kesampean. Akhirnya kesampean juga ke sini bersama keluarga tercinta pas libur Lebaran!

So here is the story!

Day 1 : 17 Juli 2015

Di hari pertama Lebaran ini gue harus bangun jam 3 pagi, setelah tidur Cuma 3 jam malemnya. Gue sama papa mama cito akan pergi ke Belitung dengan pesawat Citilink jam 6 pagi. Actually masih lama sebenernya, tapi nyokap memaksa buat pergi dari setengah 4. O my gosh, zombie mode on!

Setelah perjalanan selama 1 jam, kami sampai di Bandara Hanandjuddin Tanjung Pandan. Kita pun menunggu bapak supir selama 1 jam karena beliau sholat Ied dulu. Jam 8 ketemu Pak Harris, kita pun langsung cus ke perhentian pertama, Danau Tambang Kaolin!

Danau ini tadinya bekas tambang kaolin, warnanya biru muda cuakepppp banget! Berasa bukan kaya di Indonesia deh. Langsung aja cus terpana sama foto-fotonya!

belitung belitung IMG_1190

Perhentian kedua adalah rumah adat Belitung. Sayang cuma bisa foto-foto di luar, soalnya masih tutup.

IMG_1202

Habis itu kita pergi mencari makan siang, karena Lebaran, semua rumah makan pun tutup! Kita pun makan di hotel. Beruntung kita dikasi free breakfast yang udah mau habis! Hahahha. Kita menginap di Hotel Bahamas Belitung. Hotel ini mengklaim dirinya hotel bintang 3, tapi menurut gue banyak kekurangannya. Ratingnya juga ga terlalu bagus di Agoda.

Habis makan siang kita ke pantai tempat syuting film Laskar Pelangi, pantai Tanjung Tinggi. Di pantai ini banyak banget batu-batu besar menjulang yang super kece. Warna airnya juga biru muda dengan aksen hitam karena ada karang dan soft coral di bawahnya. Keren menurut gue! Di sini, coincidentally gue ketemu sama temen kampus gue, Nana yang sedang berlibur bersama suami dan anaknya hahahaha. Lagi-lagi ketemu temen pas liburan!

IMG_1219 IMG_1220 IMG_1235 IMG_1309

Waktu masih menunjukkan pukul 1 siang, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Kemudian melanjutkan bepergian pada pukul 4 sore. Mayan lah, recharge energy dengan siesta! Tidur siang!

Pukul setengah 5, setelah dijemput pak Harris, kita ke pantai Tanjung Pendam. Sebenernya hotel kita ngadep ke arah pantai ini, tapi ga bisa dibuat main pasir. Pantai ini bentuknya… biasa aja. Hahahahha. Dibanding dengan 2 keajaiban alam sebelumnya, ini pantai biasa aja. Gue pun yang bosan ngeliat sunset ga turun-turun memutuskan meninggalkan lokasi untuk makan malam. Restoran belum pada buka, jadilah kita memutuskan makan di restoran fast food kesukaan kita semua, KFC! Hahahhahaha. Jauh jauh ke Belitong makannya KFC. Habis itu kita pulang lagi ke hotel.

Day 2: 18 Juli 2015

Hari ini adalah harinya island hopping! Yeheeeeey! Ketemu laut lagi setelah sekian lama *padahal baru 2 bulan*. Salahnya adalah kita sekeluarga ga ada yang bawa sunblock. Nyari di Belitung mart juga ga ada. Yaudahlah pasrah aja gosong! Kita juga mencoba mencari makanan untuk dibawa ke pulau untuk makan siang, hasilnya nihil! Resto belum pada buka, jadilah kita beli roti dan camilan saja.

Sekapal isinya Cuma ber-6! Gue sekeluarga, Pak Harris sama awak kapalnya! Hahahhha. Buat gue yang biasa ikut open trip, rasanya agak beda. Berasa private sekaligus berasa sepi.

Perhentian pertama adalah Pulau Pasir. Oke, gue ketemu lagi dengan pulau model begini. Pulau pasir ini disebut juga gusung, yang bakal tenggelam kalo air sudah pasang. Buat yang pernah baca postingan gue di Derawan dan Pulau Harapan, di sana juga ada pulau model begini. Bedanya, di Belitung banyak bintang lautnya! Hihi. Mainlah kita sama Patrick!

IMG_1378

Perhentian kedua adalah snorkeling di dekat Pulau Lengkuas. Snorkeling di sini bawah lautnya mayan, ada karang berbentuk kipas dan banyak karang lainnya. Oke lah, cukup bagus. Puas snorkeling kita ke Pulau Lengkuas, yang sudah ditunggu-tunggu.

Di sini kita bisa naik mercusuar 18 lantai untuk melihat pemandangan yang luar biasa! Mercusuar ini sepertinya lagi direnovasi, beruntung kita masih boleh naik pas jam makan siang. Masuknya sendiri membayar 5000. Tangganya terbuat dari besi dan agak nyeremin karena di bbrp bagian anak tangganya udah ga ada. Pas turun lebih ga enak lagi, besi itu kena ke kaki bagian belakang dan bikin baret-baret 😦 Tapi never mind lah, pemandangan di atas luar biasa indahnya! Speeeeeeechlesss booo!

IMG_1409 IMG_1430 IMG_1432

Di belakang mercusuar ada semacam museum yang menjelaskan tentang pulau Lengkuas. Sepertinya juga lagi direnovasi, karena masih acak adut banget. Gue turun tangga mercusuar agak buru-buru, karena laper banget! Gue pun langsung menuju ke tempat penjualan makanan dan beli indomie goreng 2 biji pake telor hahahhaha. Orang-orang di sekitar gue pada geleng geleng gue makan sebanyak itu. Ya habis daripada kelaperan kan, ga ada nasi juga gitu.

Perhentian selanjutnya adalah Pulau Babi kecil. Pulaunya kecil, ga sebesar babi besar (iyalah). Warna lautnya pun masih menawan dengan gradasi warna biru tua dan biru muda. Banyak batu-batu besar yang bisa dibuat foto-foto ataupun merenung. Duh, gue suka banget merenung sambil liatin laut.

IMG_1500

Perhentian terakhir adalah Pulau Batu Berlayar. Pulaunya sendiri kecil, sekecil pulau pasir, tapi dia ga bisa tenggelam. Di pulau ini banyak batu-batu vertical yang ciamik. Setelah di Belitung 2 hari, gue melihat banyak banget batu di pulau ini, yang membuat cantik Belitung. Mungkin harusnya Belitung diberi julukan Kepulauan Batu *ngasal*.

IMG_1517

Selesai island hopping pukul 3 (cepet banget yak!), kamipun makan di kumpulan tempat makan seafood dan memilih sebuah restoran yang bernama Cinta Kasih *mungkin namanya cocok untuk tempat memadu kasih?*. Di sini kita nyobain ikan khas Belitung namanya Gangan. Ikan ini menggunakan kuah santan, mirip-mirip gulai gtu. Rasanya? Pedas pedas nikmat! Makanan yang lain juga ga kalah enak, dari ikan, udang, cumi sampai kangkung. Sangking kebanyakan mesennya, jadilah ga abis dan dibungkus bawa pulang. Perjalanan pulang sore itu terasa cepat. Kami sempat mampir ke kuliner khas Belitung macam Mie Atep dan Timpo Duluk tapi masih tutup. YAAAAA!

Day 3: 19 Juli 2015

Hari ini kita akan bepetualang ke Belitung Timur. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 1 jam. Hari ini buanyak banget tempat wisata yang kita kunjungin, langsung aja ya gue list tempat-tempat mana aja yang kita datengin. Cus!

  1. Batu mentas

Ke tempat ini karena liat foto temen gue yang ke sana. Sebenernya tempatnya biasa aja sih, ada kali yang di atasnya ada ayunan batu jadi asik buat foto-foto. Selain itu di sini juga dipelihara hewan sejenis kelelawar. Ada juga rumah kayu buat tempat nginep. Siapa tau kan ada yang merasa tertantang nginep dalam hutan.. O iya, tiket masuknya Rp 10.000,-

IMG_1555

  1. SD Laskar Pelangi

Belitung terkenal karena syuting film Laskar Pelangi. So, yang ke Belitung pasti pengen liat tempat ini donggg. SD-nya sendiri kecil, dan sayangnya banyak coret-coretan di dinding oleh orang orang tak bertanggung jawab. SD ini dikelilingi oleh pasir. Dan pas kemarin ke sana panasnya naujubilah tuh pasir, soalnya mataharinya bener-bener menyengat. Rasanya pengen cepat-cepat keluar dari pasir itu..

IMG_1585 IMG_1582

  1. Museum Kata Andrea Hirata

Di depan museum ini tertulis, “Museum sastra pertama di Indonesia”. Tentunya gue sebagai anak sastra penasaran dong pengen cepet-cepet masuk ke dalamnya hahaha. Museum kata ini isinya sebenernya campur aduk. Ada pengenalan tentang buku Laskar Pelangi, terjemahannya dalam berbagai Bahasa, terus ada juga quotes dari sastrawan terkemuka dunia. Selain itu juga banyak profil sastrawan di seluruh dunia. Yang bikin seneng dari museum ini adalah warnanya yang colorful banget! Cocok buat tempat foto-foto hahahahha.

IMG_1615

Laskar pelangi dalam berbagai bahasa

IMG_1609

In french!

IMG_1623 IMG_1634

  1. Rumah Ahok

Di dekat museum kata ada rumah mantan bupati Belitung Timur yang satu ini. Sekarang rumahnya dijadikan rumah dinas adiknya yang juga menjabat bupati saat ini, Basuri Tjahaja Purnama. Pas ke sana, pintu rumahnya kebuka lebar, pokoknya kesannya welcome bgt deh sama para penduduk yang mau bertamu. Gue jadi mikir, emangnya dia ga mau privacy apa ya. Hahahha. Pas ke sana Ahok juga lagi datang, pas banget. Di sebelah rumahnya ada toko kecil kepunyaan istri Ahok. Tokonya menyediakan berbagai macam souvenir khas Belitung. Di depan rumah Ahok ada sebuah tempat yang disebut Kampung Ahok.

IMG_1636 IMG_1641

  1. Bukit Samak

Dari bukit ini kita bisa melihat kota Belitung dari atas.

IMG_1647

  1. Restoran Sari Dini dan Warkop Milenium

Yang ini pastinya bukan tempat wisata, namanya juga restoran. Kita makan di resto ini yang menghidangkan berbagai makanan khas laut. Rasanya.. biasa aja hahahha. Setelah itu kita ngupi2 nyobain Kopi Belitung di Warkop Milenium. Ini baru maknyus!

  1. Wihara Dewi Kwan Im

Wihara ini cukup besar, dengan dominasi warna merah dan kuning yang menyala. Tempatnya cukup bagus dan di sana bisa diramal. Gue sih ga nyobain..

IMG_1655

  1. Pantai Burung Mandi

Harga tiket masuk ke pantai ini adalah 5000 per orang. Pantainya sendiri biasa banget, tapi ada perahu Belitung yang cukup unik.

IMG_1703

  1. Open Pit

Ini dia tempat yang jarang ada itinerary trip-trip. Padahal tmpnya bagus loh! Open pit ini adalah bekas pertambangan. Warnanya biru tosca dengan tanah di sekelilingnya. Untuk mencapai tempat ini harus menanjak sekitar 20 menit. Kalo males, bisa juga naik ojek.

Di sini kita bisa menyewa guide untuk menunjukkan jalan dengan merogoh kocek 50.000. Sebenernya ga perlu perlu amat sih guide. Cuma karena bapak supir sudah bertitah jadi ya kita ikutin aja.

IMG_1725

  1. Beli oleh-oleh

Kita sempet mampir ke toko Gamat untuk beli kaos khas Belitung. Di dekat situ juga ada toko oleh-oleh makanan.

Overall, menurut gue Belitung cocok untuk jadi tempat wisata keluarga. Kemana-mana deket dan bisa dijangkau dengan mobil. Tidak terlalu banyak island hopping (cuma sehari), jadi ga terlalu cape buat orang tua atau anak kecil. Kalo disuruh membandingkan, gue lebih suka Derawan atau Komodo. Tapi tiap tempat memang memiliki keunikannya tersendiri..

Notes:

Rincian biaya akomodasi dan transportasi

Mobil: 800.000 per hari (kalo ga high season bisa 600.000)

Boat: 700.000 per hari (kalo ga high season 500.000)

Snorkel: 40.000

Pelampung: 40.000

Hotel Bahamas: 1.000.000 per hari (kamar bisa diisi 3 orang)

Gue nyewa mobil dengan supirnya Pak Harris, orangnya asik banget, cepat tanggap, bahkan sampe ngebantu hidangin makanan ke kita karena pelayannya lama. Pokoknya SANGAT MEMUASKAN. No telpnya: 081282038811 (kalo ke Pak Harris langsung harganya bisa lebih murah, kemaren gue lewat temennya jadi agak mahal).

Things to do in Seoul

Dulu waktu gue masih kuliah, gue sering diajak nyokap dinas ke luar negeri. Dia sih kerja, gue keluyuran aja sendiri muter-muter kota tempat dia kerja. Salah satu kota yang pernah gue jelajahin sendirian adalah Seoul, ibukota Korea Selatan. Waktu itu gue di sana selama 5 hari. Lama banget. Dulu gue belum tahu destinasi perjalanan yang seru-seru, kalo gue udah tau mungkin gue bakal keluyuran ke Pulau Nami atau Mount Sorak. Berhubung gue ngikut mak gue aja, jadilah gue di Seoul sampe mati gaya dan udah apal jalan-jalannya. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan di Seoul:

1. Berkunjung ke Gyeongbokgung Palace

Istana yang suka ada di pilem pilem Korea ini adalah salah satu istana utama pada jamannya Raja Joseon. Dulunya istana ini adalah tempat tinggal sekaligus tempat untuk menjalankan pemerintahan. Pas gue ke sana gue liat prajurit prajurit Korea gitu lagi baris berbaris. Hihiy!

2. Foto-foto sama bunga Sakura pas musim semi

Berhubung di Indonesia ga ada musim semi, makanya kita norak ya foto-foto sama bunga sakura pas musim semi. Pas banget gue ke sininya bulan April. Kalo yang pada pengen liat Sakura bisa ke Korea (atau Jepang) pas bulan-bulan ini.

3. Naik bis Hop On Hop Off

Bis Hop On Hop Off adalah bis yang bisa digunakan muter-muter kota dan lo bisa turun naik sesuka hati di tempat-tempat populer yang ada halte bis ini. Kalo lo cuma punya waktu sehari, disaranin naik bis ini buat melihat Seoul secara keseluruhan. Di bis ini gue ngobrol sama seorang bule yang lagi business trip. Mayan lah jadi ketemu temen baru kan 🙂

4. Belanja

Di Seoul banyak banget pusat perbelanjaan kaya Dongdaemun, Namdaemun ataupun Myeong Dong. Harga yang ditawarkan pun bervariasi dari yang murah sampai mahal. Kita juga bisa nemuin pernak-pernik Korea di pusat perbelanjaan tersebut.


5. Melihat Seoul dari atas di Seoul Tower

Memori yang gue inget waktu mau menuju Seoul Tower adalah banyak orang pacaran. Hahhaha. Berhubung gue sendirian ya, cuma bisa gigit jari aja hahahaha. Habis itu gue masuk dan naik ke atas untuk melihat kota Seoul dari atas.

6. Main ke Yeouido Park

Waktu itu karena gue udah bosen sama pemandangan kota, gue main aja ke salah satu taman yang ada di Seoul, namanya Yeouido Park. Mata lumayan dimanjakan oleh yang ijo-ijo. Sayang waktu gue ke sini hari udah agak gelap.

7. Main di Lotte World

Lotte World ini mirip banget sama Disneyland. Katanya sih, Lotte World ini adalah theme park indoor terbesar di dunia. Seru sih main di sana, banyak mainan ekstrem yang ga berani gue naikin. Kalo udah sore, kita bisa liat parade juga. Tapi gue berasa kesepian ke taman bermain sendirian. Semua orang bareng sama temen-temennya, ketawa-ketawa, gue mau nyari kenalan juga ga mungkin SKSD sama satu grup ABG gtu. Hahahhaa.

8. Jalan kaki muterin Seoul

Kota seoul itu nyaman dan bersih banget. First impression gue bener-bener bagus sama ini kota. Kemana-mana jalan kaki juga bisa dan lo bisa nemuin berbagai hal yang unik, lucu dan bagus di kota ini. Jadi, kalo bingung mau kemana, ya udah jalan aja kemana kaki melangkah. Hahaha.

Family Trip to Bogor

Weekend kemarin (27-28 Juni 2015), gue sama keluarga besar pergi ke Bogor. Kita nginep di R Hotel Rancamaya yang terletak di Komplek Rancamaya, arah ke Sukabumi. Hotelnya sendiri gede dan bagus banget. Ya ga heran lah ya, bintang empat.

Gue berangkat dari Jakarta bersama adik dan nenek gue, keluarga yang lain naik mobil beda-beda. Perjalanan di sana hanya membutuhkan waktu 45 menit dari Kelapa Gading. Jalanan lowong, mungkin karena bulan puasa, pada males jalan-jalan ke Puncak. Kita pun sampe kecepetan. Kita nyampe hotel jam 12 kurang sementara baru bisa check in jam 1. Nungguin check in rasanya lama banget, apalagi buat nenek gue. Dia sempet marah dan bilang kalo pengen pulang aja. Rrrr.

R Hotel Rancamaya tampak depan

Dari lobby

Kamar dengan view kolam renang dan gunung salak

Kira-kira jam setengah 1, kitapun masuk ke kamar hotel. Gw yang belum makan, langsung memesan makanan kesukaan, Fish and Chips. Hahhaa. Kamar ini berada di lantai paling bawah dengan tipe deluxe lagoon (harga bulan ramadhan 935ribu, sementara harga asli 1.9 juta). Begitu buka teras kamar, langsung kolam renang. Wihh, mantap dah. Bisa langsung nyebur!

View teras kamar, bisa langsung nyebur ke kolam!

Habis ketemu sama sepupu-sepupu yang lain, kita jalan-jalan ngelilingin komplek hotel. Hotelnya bagus, ada komplek lapangan basket dan olahraga lain. Selain itu juga ada kandang rusa. Hahhaa. Kalo butuh cemilan, tinggal ke indomaret yang terletak di lantai bawah. Habis muter-muter, kita berenang. Karena ga semua orang pengen berenang, terjadilah peristiwa cebur-ceburan. Sepupu gue yang bernama Trema, diangkat dan diceburin sama adiknya sendiri. Hahahha. Maskaranya luntur deh trem 😛

hi deer!

the cousins

renang!

Habis berenang kita santai-santai sampai menunggu jam makan malam tiba. Kami sekeluarga berencana makan malam di Sari Wangi, jalan Padjajaran, Bogor. Makanannya sendiri makanan Sunda. Ya lumayanlah rasanya 😀

Setelah itu, anak-anak muda memisahkan diri untuk pergi ke Safari Night. Hahaha. Kita dari situ jam 7.45, sementara Safari Night tutup tiketnya jam 9.00. Ga nyangka juga perjalanan ke Safari memakan waktu 1 jam. Jam 9 kurang sedikit, kita sampai di Taman Safari. Pas banget! Pengunjung terakhir. Kita pun naik kereta terakhir yang akan membawa kita mengarungi kehidupan para satwa. How lucky!

SAFARI NIGHT

Gue baru pertama kali ikut safari night. Gue pernah dtg ke Taman Safari beberapa kali tapi siang-siang. Safari night ini beda sama yang siang hari. Untuk masuk dikenakan biaya 150.000 per orang dan 15.000 untuk satu mobil. Kalo yang siang kita bisa naik mobil sendiri, yang ini kita harus naik kereta wisata buat muterin kompleksnya.

Kereta wisata ini cukup panjang dan tidak ditutup jendela. Agak ngeri juga ya gimana kalo diterkam sama hewan buas. Tapi setelah naik ternyata ada yang lebih mengerikan, hawa dingin yang menusuk badan. Tadinya gue udah bawa jaket tapi ketinggalan di Sari Wangi *begok lu cun!*. Ya udah terima nasip aja, gue dengan kaos dan celana pendek harus menahan hawa dingin Taman Safari. Di kereta ini juga ada guide-nya yang menjelaskan hewan-hewan yang kita lalui.

Ini dia bentukan keretanya. Ada binatang berseliweran. (photo: rajakamar.com)

Perjalanan dengan kereta ini menempuh waktu 45 menit. Di belakang kereta kita ada mobil penjaga yang siap siaga kalo terjadi apa-apa. Sepanjang jalan kita ketemu badak, rusa, macan, babi dan lain-lainnya. Hewan-hewan yang juga ada di Safari Siang. Bedanya, pas udah mau terakhir, kita dikasih visualisasi penangkapan hewan yang tidak bertanggung jawab. Kita kaya denger suara tembakan di mana-mana dan ngeliat api. Berasa ngeri deh. Wkwk. Pas safari night ini susah bgt buat foto karena gelap. Menyerah buat foto-foto, akhirnya nikmatin aja lah perjalanannya.

Habis turun dari kereta, kita diturunkan di Baby Zoo. Tempat kita bisa berfoto bersama hewan-hewan yang masih bayi. Adik gue berfoto dengan orang utan. Gue juga melihat penampakan macan putih, tapi ga tau bisa foto di sana apa ga. Karena dia lagi muter-muter di kandangnya dengan mengeram-ngeram seram siap menerkam. Hiiiy!

Keluar dari baby zoo, kita ke arena bermain di mana banyak wahana-wahana kaya di Dufan tapi versi gak seramnya hahahha. Di sana kita naik wahana yang muter-muter, naik bom bom car dan naik sejenis kora-kora. Tadinya kita pikir gerakan si kora-kora ini bakal maju mundur kaya di Dufan, taunya dia malah muter-muter. Rrrrr. Pusing lagi deh!

bom bom car yang sukses membuat gue celaka. kalo setirnya dilepas dia muter sendiri kenceng banget dan tangan gue kekilir pas mau nahan setirnya 😦

Waktu menunjukkan pukul setengah 11 malam. Kita pun pulang dan berniat mampir di Cimory. Sayangnya cimory sudah tutup dan kita malah mampir ke Starbucks hahahha. Gak berapa lama, kita pun pulang ke hotel, tapi beli martabak dulu! Hahahhaha *MAKAN TEROS!*

MINGGU, 28 JUNI

Hari ini diawali dengan makan breakfast di restoran yang bernama Pavilion. Satu kamar dapat 2, kalo mau nambah lagi dikenakan biaya 165.000++ per orang. Breakfastnya sendiri rasanya biasa aja hahaha. Jenisnya mayan banyak lah! O ya, di sini gue ketemu Yinski, temen SMA gue. Hahhahaha. Jauh-jauh ke Rancamaya, ternyata ketemu orang yang dikenal juga. Susah ya jadi anak gaul! *DIKEPLAK*

Habis makan, gue bengong bengong cantik di teras kamar yang menghadap ke kolam. Rasanya menenangkan banget. Ya ga tenang tenang amat sih, wong sambil mainan gadget. Hahhaha. Pokoknya gue suka deh acara bengong ngeliatin air dan orang orang lalu lalang. Rasanya betah seharian di situ 😀

Waktu check out pun tiba. Setelah mandi, gue beres-beres dan pergi dari situ. Kamipun mampir ke rumah nyokap di Sentul, kemudian makan siang di Pasar Ah Poong.

keluarga besar surono. keluarga dari pihak nyokap. kurang anak ke-3nya si eyang.

PASAR AH POONG

Pasar Ah Poong ini mirip sama Clarke Quay yang di Singapore, tapi versi KW-nya. Ada bentukan perahu gede banget, tempat food court berada dan depannya ada sungai yang juga gede bgt. Makan di situ, viewnya sungai deh. Secara view boleh lah, tapi secara makanan biasa aja. Pasar Ah Poong ini memiliki food court EAT & EAT, kaya yang di Mal Kelapa Gading.

pasar ah poong (photo: liburananak.com)

pasar ah poong (photo: liburananak.com)

Kemarin gue nyobain ayam bakar madu (yang ternyata kecil banget dan biasa aja), batagor dan siomay (rasanya juga biasa aja), pisang goreng (kok kaya tawar gtu ya), sama Teh Tarik Melaka (ini yang paling mending). Untuk harga, menurut gue sih cukup mahal ya, secara rasanya standar. Di sebelah Ah Poong juga ada Mang Kabayan, Ikkudo Ichi sama Carnivor Restaurant. Mungkin bisa juga makan di sini untuk rasa yang lebih pasti.

Habis dari sini, kita cus pulang ke Jakarta. Bye wiken! 😀

First time going abroad? Try Bangkok!

Habis dari Phuket (foto-fotonya bisa diintip di sini), gue pun ke Bangkok. Waktu itu gue sampai di Bangkok di hari terakhir di tahun 2011. So, gue bakal ngerayain tahun baru di sini. Bangkok sendiri kotanya menyenangkan, banyak kuil-kuil cantik dan harga barang/makanan di sini relatif murah. Gue ngerekomendasiin kota ini buat yang pengen nyobain ke luar negeri pertama kali dengan budget murah. Gue sendiri lebih prefer Bangkok daripada Singapore atau Kuala Lumpur. Waktu pas gue dateng, cuacanya panas banget. Meleleh!

GRAND PALACE

Tempat ini adalah tempat paling populer di Bangkok. Kalo googling Bangkok pasti yang paling pertama keluar adalah Grand Palace. Grand palace adalah komplek istana kerajaan yang juga menjadi tempat tinggal raja di masa lampau. Sekarang, Grand Palace masih digunakan untuk beberapa acara kerajaan. Untuk masuk ke sini, tidak diperkenankan menggunakan baju minim. Waktu itu gue pake celana pendek, disuruh ganti kain. Di sana disediain kain buat para wisatawan yang menggunakan kostum yang kurang sesuai.

CHAO PHRAYA RIVER

Di buku geografi, tempat ini terkenal banget hahahha. Sungai besar yang melintasi dan mengairi kota Bangkok. Di sungai ini kita bisa melihat Wat Arun, Grand Palace dan tempat-tempat terkenal lain di Bangkok. Jujur, sungai ini di bawah ekspektasi gue. Gue mengharapkan sungai yang bagus dan bersih. Tapi ternyata airnya agak coklat dan biasa banget hahhaha. Gue naik perahu yang melintasi sungai Chao Phraya. Kita mengarungi sungai sampai ke ujungnya dan sempat turun untuk melihat sebuah pasar kecil. Sayang, pas ke sana udah kesorean jadi cuma liat 1 perahu floating market.

BANGKOK AT NIGHT

Menjelang malam, gue muterin Bangkok, dari Chatuchak Weekend Market, trus keliling-keliling mall macam MBK dan Siam Discovery. Barang-barang di sini mayan murah si, ya ga beda jauh lah sama Jakarta. Hahahha.

NEW YEAR EVE AT CENTRAL WORLD

Setelah bertanya-tanya di mana tempat ngerayain malam tahun baru yang paling populer di Bangkok, kami menemukan Central World. Tempat ini rameeeee banget, bahkan jalan ke sananya aja crowded. Hahah. Ya wajarlah, tahun baru! 😀

WAT PHO

Wat Pho ini disebut juga Temple of Reclining Buddha. Sesuai namanya, di sini ada patung Buddha Tidur guedee banget berwarna emas. Banyak bgt yang mau foto sama patung ini, tapi rada susah, secara panjangnya 43 meter. Jadi susah buat foto sama keseluruhan patung. Katanya, di kuil ini juga tempat lahirnya Thai Massage yang terkenal itu.

Perjalanan gue di Bangkok pun berakhir. Suatu hari, gue pengen ngejelajahin kota-kota lain di Thailand, kaya Chiang Mai, Chiang Rai, Lopburi, dan lain sebagainya 😀

#DibuangSayang: Phuket, 2011

Sebelum gue punya blog ini, banyak tempat indah yang sudah gue jelajahi, sayangnya kisahnya tidak terekam dalam bentuk tulisan. Yang tersisa hanyalah kenangan dan foto. Daripada fotonya dibuang dan ditelantarkan begitu saja, mending gue jadiin postingan. Hahhaha. Untuk itulah postingan gue yang berupa foto dulu-dulu gue kasih hashtag #DibuangSayang.

Kali ini gue akan menampilkan foto gue waktu ke Thailand, akhir tahun 2011. Waktu itu gue liburan akhir tahun bersama keluarga, kami ke 2 tempat yaitu Phuket dan Bangkok. Here are some pics in Phuket!

IMG_0945

i forgot the beach name but it’s so crowded!

IMG_0991

the beautiful sunset

IMG_1020

the flying lantern

Gue ke Phi Phi Island waktu ke Phuket, kita ikut one day tour. Sayangnya saat itu bener-bener pas high season dan ruame banget sama turis, kapalnya mau menepi aja susah bgt. Bikin ilfeel deh pokoknya. Tapi pemandangannya emang bagus banget.

On the way to Phi Phi Island

On the way to Phi Phi Island

IMG_1047

Cakep ya!

IMG_1051

Banyak gundukan karst kaya di Raja Ampat

IMG_1054

Snorkeling with papa

IMG_1063

Me!

IMG_1088

The beautiful Phi Phi

IMG_1099

😀

IMG_1103

Clear waters

IMG_1147

another beach in Phuket

Habis dari Phuket, kita ke Bangkok!

Situs Megalitikum Gunung Padang

Apa sih yang kebayang di benak kalian kalo mendengar kata situs megalitikum? Mungkin pelajaran sejarah di sekolah? Gw berkesempatan untuk mendatangi salah satu situs megalitikum tertua dan terbesar di Indonesia, Gunung Padang. Hari selasa tanggal 2 Juni gue ikut trip *lagi lagi* Rani Journey ke Gunung Padang di Cianjur. Wih kalo dibuat poin mungkin gue udah dapet ribuan poin kali ya kerjaannya ikut Rani Journey mulu. Hahaha. Harga one day trip ini adalah 185.000. Jam 7 kita kumpul di Plaza Semanggi untuk kemudian naik elf ke Cianjur. Gue pergi bareng temen kampus: Biyanto dan Erlyn serta temen les gue Nanda. Biyanto juga ngajak beberapa orang lagi, jadilah rame. Kita baru nyampe sana kira-kira jam setengah 1 siang karena kena macet di tol ciawi. Wew 5 jam di jalan! Sebelum ke Gunung Padang kita ke Stasiun dan Terowongan Lampegan untuk kemudian foto foto dan makan siang di sana. Terowongan ini konon kabarnya adalah terowongan tertua di Jawa Barat dan dibangun pada tahun 1879-1882. Sampai sekarang stasiun lampegan masih aktif dengan frekuensi kedatangan kereta 2 kali sehari dan menghubungkan Cianjur-Sukabumi.

lampegan1

Terowongan Lampegan. Gak berani masuk ke dalam situ, katanya serem dan ada kejadian aneh-aneh.

Niat banget nih ibu-ibu naik ke atas.

Stasiun Lampegan

Sehabis dari Lampegan kami langsung menuju Gunung Padang yang kira kira berjarak 6 km dari situ. Perjalanan menuju ke sana berkelak kelok, hanya bisa dilewati oleh 1 mobil besar dengan view sawah serta pepohonan yang menyegarkan mata. Kamipun sampai di Gunung Padang. Dari tempat parkir, kami harus berjalan menanjak kira-kira 10 menit menuju pintu masuk. Dari pintu masukpun terlihat anak tangga menjulang tinggi untuk melihat Gunung Padang. Kami harus menanjak kira-kira 30 menit dengan kemiringan 45-60 derajat dengan jalan berbentuk anak tangga yang tidak beraturan. Anak tangga ini mirip dengan punden berundak. Setelah beberapa kali berhenti akhirnya sampai juga kami di atas. Ternyata oh ternyata, untuk mencapai atas ada jalan lain yg lebih landai. Tangganya lebih tidak miring namun lebih banyak. Ternyata kami emang “dikerjai” disuruh naik tangga yang curam itu 😦

Ini tangganya masih belum nanjak banget, makin ke atas makin nanjak.

Ini tangganya masih belum nanjak banget, makin ke atas makin nanjak.

Sambil ngaso di atas kamipun diceritakan mengenai sejarah gunung padang oleh guide lokal. Jujur menurut saya guidenya terlalu berbelit-belit menjelaskannya. Hehe. Guepun mencoba mencari sejarahnya dari internet. Menurut wikipedia, gunung padang adalah situs megalitikum tertua di asia tenggara dengan luas 3 HA. Bahkan lebih luas dari candi borobudur. Gunung padang diketahui lebih tua daripada piramida di Mesir dengan umur ditaksir lebih dari 5000 tahun sebelum masehi. Situs ini adalah punden berundak dengan tujuan tempat pemujaan. Banyak sekali batu seperti menhir dan dolmen seperti yang suka ada di buku sejarah jaman sekolah dulu.

IMG_0092 IMG_0101

Di gunung padang ini, batu-batunya tidak tertata dengan baik, masih banyak berserakan, tidak seperti Macchu Picchu yang rapih (jaelah bandinginnya sama Macchu Picchu). Dalam bayangan gue sih lebih keren dari ini, tapi ini juga udah cukup bagus kok. Kamipun kemudian naik tangga lagi ke atas sekitar 5 menit untuk mencapai puncaknya. Dari sini, pemandangannya cukup bagus.

Gunung Padang dari atas

Gunung Padang dari atas

asiknya rame-rame!

asiknya rame-rame!

Setelah puas foto-foto, makan bakso, kemudian ngobrol-ngobrol, pukul 5 sore pun kami pulang. Kami kembali dengan menuruni tangga yang lebih landai. Walaupun anak tangganya banyak, tapi ini lebih landai dan teratur. Jaelah dari tadi aja naik begini, napa. Ga usah pake acara megap-megap kan? Hahhahha. Tapi gapapalah, mungkin emang lebih seru kalo curam.

tangga pas turun. landai banget kan?

tangga pas turun. landai banget kan?

Perjalanan pulang ke Jakarta sangatlah macet. Sampai-sampai di tengah kemacetan gue sempet menulis postingan ini. Hahaha. Kami mampir sebentar ke tempat oleh-oleh dan makan malam, dan kamipun sampai di Jakarta pukul setengah 12 malem.

Overall, gue seneng bisa ke Gunung Padang sama beberapa temen gue. Belakangan kan gue ngetrip cuma berdua, atau bahkan sendiri. Pengen rasanya jalan rame-rame sama orang yang lo kenal deket kaya kali ini 😀 😀

Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura

Sepulangnya dari Kawah Ijen (baca di postingan sebelumnya), kami melanjutkan perjalanan ke Bromo. Kami sampai di penginapan bromo jam 7 malam. Setelah itu, kami makan malam dan beristirahat sampai kira-kira pukul 2. Ini pertama kalinya kami tidur di kasur dalam trip ini!

Pukul 2, gue pun bangun dan bersih2 sedikit. Kamipun bersiap-siap untuk kemudian naik jip ke Bromo. Satu jip berisi 8 orang. 2 orang di depan dan 6 orang di belakang. Untuk ke Bromo memang harus naik jip karena medannya cukup berat. Di jalan kita juga sempat kena macet karena ramenya jip yang ke sana. Akhirnya kami sampai juga di sana. Rencana kami untuk melihat sunrise di Penanjakan 1 gagal karena ramenya tempat tersebut. Kami akhirnya melihat sunrise dari Bukit Cinta. Keadaan malam itu sangat dingin, ditambah kami hanya diam dan menunggu sunrise muncul, tidak bergerak sama sekali. Gue sempet pengen pake masker kain kemarin biar mulut gue ga kedinginan, tapi karena bau belerang, gue pake syal aja buat nutupin mulut.

Akhirnya sunrise yang ditunggu-tunggu datang juga. Ini dia!

P1090857

It’s almost sunrise!

P1090859

Yeayy it’s sunrise!

Setelah mulai terang, kamipun langsung foto-foto di tempat itu. Pemandangannya spektakuler!

P1090890

The icon

Di atas awan

Puas foto-foto, kami kembali ke jip untuk melanjutkan perjalanan di spot lain di bromo. Kami ke savanna, bukit teletubbies dan juga pasir berbisik. Sayang, kami tidak mendaki untuk melihat kawah bromo, untuk menghemat waktu. Selain itu, pendakiannya juga ramai orang dan harus mengantri.

P1090922

Naik kudaa!

P1090923

Kudaaa!

IMG-20150518-WA0074

Bukit teletubbies

IMG-20150518-WA0079

Pasir berbisik

IMG-20150518-WA0098

Savanna!

IMG-20150518-WA0104

Sama bunga lavender

IMG-20150518-WA0109

IMG-20150518-WA0126

With jeep

Sepulang dari Bromo, kami kembali ke penginapan untuk beberes dan juga makan pagi menjelang siang alias brunch. Gue dan 6 orang yang lain berpamitan dengan yang lain untuk melanjutkan perjalanan ke Madakaripura. Sebenernya, madakaripura tidak masuk dalam paket trip ini, tapi karena gue udah sampe Bromo, sayang banget rasanya kalo ga ke Madakaripura. Gue pun bertekad harus ke sana bagaimanapun caranya. Ternyata, pihak Wuki Traveller bisa menyediakan mobil APV untuk ber-7 dan harus menambah 50ribu per orang. Tadinya APV ini memang digunakan sebagian peserta untuk kembali ke Surabaya. Lumayan banget Cuma nambah 50ribu termasuk tiket masuk, daripada harus sewa mobil!

Perjalanan ke Madakaripura memakan waktu 1 jam. Sepanjang jalan dari penginapan terlihat pemandangan pegunungan hijau yang memanjakan mata. Wuihh! Kamipun sampai di Madakaripura kira-kira pukul 12 siang.

Pemandangan sepanjang jalan dari penginapan

Pemandangan sepanjang jalan dari penginapan

Air terjun madakaripura dikisahkan adalah tempat bertapanya patih Gajah Mada. Untuk mencapai air terjun ini kami harus berjalan 30 menit. Tadinya jalannya lurus, tapi mendekati air terjun kami harus melewati bebatuan. Para pengunjung juga diharuskan memakai jas hujan karena akan melewati air terjun yang airnya membasahi tubuh layaknya hujan. Ada kebegoan yang terjadi di titik ini, gue yang sudah membawa jas hujan dari rumah lupa mengenakan penutup kepalanya saat melewati air terjun. Alhasil basahlah kepala gue dan airnya juga masuk ke badan. Sia-sia dah pake jas hujan!

Air terjun madakaripura sangatlah besar dan menawan. Di sekitarnya terdapat air terjun berbentuk tirai yang juga cantik! Ga nyesel deh pokoknya ke sana!

Air terjun madakaripura

Air terjun madakaripura

Air terjun madakaripura

Air terjun madakaripura

Air terjun berbentuk tirai di madakaripura

Air terjun berbentuk tirai di madakaripura

Kira-kira pukul 2 siang kami kembali dari air terjun tersebut. Gue dan beberapa orang yang lain mandi dulu karena kebasahan. Kemudian kita kembali ke Surabaya untuk pulang ke Jakarta. Kami mampir dulu ke tempat makan untuk makan malam dan ke toko oleh-oleh. Pukul 8 malam, gue sampai di Stasiun Pasar Turi Surabaya, sementara yang lain ke bandara karena mereka naik pesawat. Jam 9 malam lewat, kereta pun berjalan. Beruntung, gue bisa duduk deket rombongan trip dengan menukar seat. Hehe. Malam itu rasanya panjang sekali, gue sempet ga bisa tidur sampe jam 3 pagi dan kelaperan. Gue mencari makanan di ruang restorasi dengan melewati banyak orang yang tidur di sepanjang jalan.  Maklum, gue waktu itu di gerbong 7.

Pukul 9 pagi, kamipun sampai di Jakarta dengan selamat. Terima kasih Surabaya dan sekitarnya! Bener-bener puas jalan-jalan di trip kali ini.

Perjuangan Mendaki ke Kawah Ijen

“Orang ma naik turun tangga biar kurus, lah ini buat liburan.” Begitu kira-kira kata temen gue waktu ngeliat perjuangan gue naik turun tangga kantor ke lantai 11 demi bisa fit saat ngedaki ke kawah ijen. Perjuangan naik turun tangga gue lakukan 2 bulan sebelum keberangkatan, alias bulan Maret. Awalnya masih rajin, tiap hari naik tangga, lama-lama berkurang hingga hanya 2 kali seminggu naik tangga. Mulai mendekati kepergian, gue mulai rutin lagi (hampir) tiap hari. Selain itu, gue juga ikut kelas aerobik/fitness 1-2 minggu sekali. Sulit ya, memang, membiasakan badan ini berolahraga, tapi demi kawah ijen semua gue lakukan!

Awal mula gue pengen ke kawah ijen, karena seorang teman, Sari yang sudah mengelilingi Indonesia, bilang kalo tempat terbagus yang pernah dia liat itu Kawah Ijen. Sejak saat itu, gue mulai suka googling dan liat-liat foto Ijen. Dari foto kawah biru toscanya, sampai foto blue fire. Buat yang belum tau, blue fire adalah api berwarna biru yang ada di dalam kawah Ijen, hanya bisa dilihat dini hari, dari jam 2-4. Blue fire katanya cuma ada 2 di dunia. Di Iceland dan Indonesia. Jika ingin melihat api lebih jelas, setelah mendaki selama 2 jam, kita harus turun lagi ke kawah selama 30 menit dengan kemiringan ekstrem agar bisa melihat si api biru. Banyak bule yang berburu api ini sampai ke kawah ijen.

Kesempatanpun datang saat gue melihat ada trip ke Ijen di pertengahan Mei, dan di trip itu juga ke Bromo. Sekalian, gue emang belum pernah ke Bromo dan pingin ke sana.

Setelah bermain di Baluran dan snorkeling di Menjangan (cek di postingan sebelumnya), gue sampai di pos awal pendakian ijen yaitu Paltuding kira-kira pukul 3 pagi. Setelah menunggu rombongan ngumpul, kita naik jam 3.30. Untuk menaiki kawah ijen kita harus menyiapkan baju hangat (karena suhu di sana luar biasa dingin sampai keluar asap dari mulut saya), alas kaki yang cocok untuk mendaki, senter dan yang paling penting adalah masker. Bau belerang di kawah ijen sangat menyengat, sehingga mengharuskan kita memakai masker. Gue agak galau, mau pake masker biasa atau gas mask. Secara gue baca di blog bule, mereka pada pake gas mask untuk faktor keamanan, tapi orang Indonesia kayanya lebih cuek bebek soal keselamatan. Gue sempet diketawain gara-gara mau pake gas mask. Akhirnya gue bawa aja 2-2nya. Masker kain biasa dan gas mask. Gue beli gas mask hanya 60.000 di web ini.

Rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama adalah kelompok yang ingin mengejar blue fire, sehingga mereka harus mendaki setengah berlari agar bisa sampai di kawah setidaknya jam 4. Ga mungkin dong gue ikut kelompok yang ini? Hahahha. Gue sendiri ikut kelompok tengah-tengah, namun di perjalanan jadi kelompok paling belakang. Hahhaha. Seperti sudah diduga, gue yang lemah dalam urusan trekking ini pasti paling belakang!

Gue di barisan belakang bersama dengan Tour Leader Eki, bersama dengan 5 orang yang lain. Kami semua lemah-lemah. Bahkan surprisingly ada yang lebih lemah dari gue hahahah *oops!*. Kami berhenti hampir tiap 5 menit sekali, untuk mengatur nafas dan istirahat. Namun Eki terus mengingatkan kami untuk tidak duduk, agar tidak susah lagi saat berdiri dan mendaki. Beberapa dari kami (termasuk saya) sempat ingin menyerah namun Eki terus berkata “Ayo, jangan nyerah, masa sudah sampai sini kok nyerah.” Gue pun berjalan dan terus berjalan. Suatu keuntungan bagi kami untuk mendaki dalam keadaan gelap, karena kami tidak melihat seberapa panjang dan seramnya jalur trekking yang kami lewati.

Separuh lebih perjalanan telah terlewati. Kami pun beristirahat sebentar di sebuah warung besar. Bau belerang sangat menyengat sampai pada titik ini. Gue pun memutuskan untuk mengganti masker kain dengan gas mask. Thanks God, sekarang bisa lebih bernafas dengan gas mask ini! Setelah beristirahat 15 menit, kamipun melanjutkan perjalanan. Perjalanan kali ini lebih curam, tapi kami sadar di sekeliling kami ada pemandangan menakjubkan.

Pukul 5 pagi, setelah 2,5 jam mendaki (pendakian normal 2 jam), kami sampai juga di atas, kami berhenti untuk melihat jejeran gunung di atas awan. Omygod, kami berada di atas awan! Buat gue yang baru pertama kali naik gunung, ini pemandangan benar-benar menakjubkan. Luar biasa! Mungkin foto bisa lebih mengatakannya..

P1090797-1

amayzeeeeeng!

P1090800

sudut pandang lain..

P1090808

Gue di atas awaaan!

P1090794

The girl in the gas mask. Scary, huh?

Kami berfoto sejenak dengan pemandangan ini, untuk menunggu perginya kabut yang sedang menyelimuti kawah ijen. Setelah beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak, kawah ijen! Perjalanan menjadi lebih sulit karena bau belerang semakin menyengat. Bahkan gue mulai batuk-batuk! Waduh, ga kebayang gimana yang pake masker biasa. Akhirnya kamipun sampai di puncak kawah ijen! Sayang sekali, kabut tebal menyelimuti kawahnya yang berwarna biru tosca. Kami tidak bisa melihat cantiknya kawah ijen. Tapi gue udah bersyukur karena bisa sampai di sini dan melihat pemandangan yang menakjubkan. Bau belerang semakin menyengat dan sudah masuk paru-paru. Paru-paru pun terasa sesak. Saat itu, blue fire sudah tidak ada, karena kami kurang pagi sampai di sana.

P1090814

Kawah ijen yang tertutup kabut

P1090822

Gue lagi nahan nafas!

P1090827

Ruamenya kaya pasar!

Teman-teman yang sampai di sana jam setengah 5 sempat turun ke kawah dan melihat sisa-sisa blue fire. Ada 1 orang yang berhasil sampai kawah pukul 4.15 dan dia berhasil mendapatkan foto blue fire. Wow, luar biasa sekali semangatnya! Orang yang sama juga sempat menunggu di atas sampai kabut hilang. Gila dah! Buat mereka yang turun ke kawah, mereka bisa melihat biru tosca-nya ijen, karena bisa melihat dari sudut pandang yang tidak dikelilingi kabut. Sementara kami yang tidak turun, harus cukup puas memandangi kabutnya saja. Dari cerita teman saya yang turun, medan untuk turun ke bawah sangat terjal, apalagi pas naik ke atasnya lagi, beuh, katanya sih kemiringan hampir vertical. Kebayang betapa bahayanya kalo turun ke kawah.

Blue fire yang berhasil diambil sama anak yang sampai kawah jam 4.15 (Photo by Yogi)

IMG-20150517-WA0021

Sisa-sisa blue fire. Dan itu disekelilingnya adalah belerang (Photo by Rina)

IMG-20150517-WA0019

Kawah biru tosca yang berhasil diambil kalau turun ke bawah (Photo by Rina)

Biru toscanya kawah ijen dari Mbah Google (Photo from ramadhanadi.wordpress.com)

Eki mengajak kami untuk cepat-cepat kembali pulang karena asap belerang menggila dan anginnya ke arah pengunjung. Kata dia, baru kali ini dia ngerasain asepnya separah ini. Wow! Setelah berfoto-foto kami pun kembali. Perjuangan banget foto di situ ga pake masker, karena langsung menghirup belerang. Gue sampai ga bisa senyum sangking nahan nafasnya. Huhu.

Perjalanan turun biasanya lebih mudah, tapi ini tak semudah itu. Kami harus menahan berat badan saat turun. Saat turun, hari sudah terang dan kami bisa melihat dengan persis trek yang tadi kami lalui. Gila, ternyata trek pendakiannya jauuuuuuuuh banget dan cukup miring. Gue yakin, kalo gue pas ndaki ngeliat trek-nya pasti jadi jiper duluan dan ga jadi daki. Untung pas gelap!

Sesampainya di bawah, kami pun sarapan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas. Menurut saya sih tempatnya biasa aja. Tapi ya lumayanlah buat yang mau menghangatkan (atau memanaskan?) kaki dengan air belerang.

Pemandian air panas ijen

Pemandian air panas ijen

KISAH SANG PENAMBANG BELERANG

Selain cerita pendakian, ada juga cerita lain yang kami temui. Cerita sang penambang belerang. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan bapak-bapak yang mendaki ke ijen untuk mengambil belerang di kawahnya. Mereka mengangkut belerang sebanyak 80 KG. Mereka harus menaiki medan yang terjal dari kawah untuk kemudian turun ke bawah. Gila! Kita aja orang biasa ga bisa ngangkut itu belerang sambil berdiri, ini mereka ngangkut belerang sambil mendaki. Dan lebih gilanya, mereka menjual belerang tersebut dengan harga 900 per kg. 80 kg cuman dapet 70ribu!! Gila, perjuangan mereka mendaki dengan asap belerang Cuma dihargai segitu. Dan banyak dari mereka yang hanya menggunakan masker biasa, tidak menggunakan masker yang layak. Gila ya, bersyukur banget kita yang kerja biasa ga perlu menghadapi maut seperti itu dan mendapatkan upah yang jauh lebih layak. Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Salah satu penambang belerang

Salah satu penambang belerang

Simak cerita selanjutnya di Bromo, di sini.

Taman Nasional Baluran dan Pulau Menjangan

Akhirnya tiba juga hari yang ditunggu-tunggu, 14 Mei 2015! Bukan, bukan karena hari itu adalah hari ulang tahun gue, tapi gue akan trekking ke Kawah Ijen, Jawa Timur. Gue ikut tripnya Wuki Traveller (1.100.000) dengan destinasi Baluran-Menjangan-Kawah Ijen-Bromo plus gue mau ke Madakaripura. Di postingan yang ini gue akan ceritain dulu perjalanan gue ke Baluran dan Menjangan.

Pukul 2 siang gue menaiki kereta ekonomi AC Kertajaya (90.000) dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya. Gue tadinya bakal berangkat sama Dea, tapi karena dia mendadak ga bisa, ya sudahlah gue berangkat sendiri. Toh di Surabaya juga bakal ketemu Maria, temen trip Derawan gue. Aslik ya, duduk tegak di kereta selama 12 jam itu rasanya bosen banget, mati gaya, mana ga bisa ngobrol juga sama sebelahnya. Tapi untungnya gue bisa nyelonjorin kaki sih, karena depan gue kosong. Hahaha. Di perjalanan di kereta gue juga sempat ditemani oleh radio dakwah dalam bahasa Jawa, pembahasannya lucu sih. Hahaha.

Setelah melalui perjalanan panjang, 1 nasi goreng, 1 pop mie, 1 roti dan 1 botol aqua besar, akhirnya sampailah juga gue di Surabaya. Jam setengah 2 pagi! Di situ gue bertemu rombongan gue dengan total 18 orang. Dan juga bertemu Maria dan temannya yang bernama Rina. Di stasiun sempet ketemu juga sama Desi, teman di Sastra Prancis bersama pacarnya, dia ikut trip Wuki juga tapi beda rombongan. Fyi, trip Wuki yang ke ijen ini ada 3 rombongan dengan jumlah 18 orang tiap 1 rombongannya. Ada satu lagi yang paling kaget, gue juga ketemu salah 1 temen kursus gue di IFI, Dinda. Mungkin dia satu-satunya temen yang gue liat di hari ulang tahun gue itu (maklum, seharian ga ketemu temen dan keluarga). Itu juga gue liatnya cuma sekilas, pas dia ke WC di kereta. Eh pas turun, ternyata dia ikut ke ijen juga bareng rombongan Wuki yang lain. What a coincidence! Hahaha.

Setelah bertemu dengan teman-teman serombongan, kamipun pergi menaiki ELF menuju Baluran. Beruntung, gue dapet tempat duduk yang di tengah pas di belakang supir. Gue jadi bisa nyelonjorin kaki. Hahahah! Oiya, di trip ini juga ada 2 bule dari Inggris, satu ngajar di EF Indonesia, satu lagi bekas pengajar di EF. Mereka dibawa oleh seorang staff EF juga, orang Indonesia.

TAMAN NASIONAL BALURAN

Setelah tidur-tidur ayam (Fyi, selama trip 3 hari ini kami tidur di mobil, cuma tidur di kasur sekali waktu sebelum ke Bromo), kami sampai di Taman Nasional Baluran, Situbondo jam 7 pagi. Harga tiket masuk (ini udah include di trip) seharga 15000, tapi kalo buat bule jadi 150.000. Buset dah, bedanya 10 kali lipat, mak! Di baluran ini katanya mirip sama afrika. Sepanjang jalan yang kelihatan adalah savana, kami juga melihat beberapa rusa dan banyak monyet!

Setelah sarapan pagi, kami naik ke Menara Pandang di Baluran. Tangganya cukup curam dan hampir vertikal. Dari menara ini kita bisa melihat seluruh baluran, rumput-rumput hijaunya yang luas membentang, tapi sayang kami tidak melihat satu hewan pun dari situ.

Taman nasional Baluran dari menara pandang

Gunung ini namanya juga baluran

Setelah turun dari Menara Pandang, kami jalan-jalan dan juga foto-foto di savana. Apalagi kerjaan kita kalo ga foto-foto, bukan?

P1090695-1

P1090708

nice view, isn’t it?

P1090698

monyet-monyet nakal

P1090701

tanduk banteng

P1090752

Puas foto-foto, kita ke Pantai Bama yang terletak dekat dari Baluran. Pantainya sih biasa aja, tapi ada satu cerita di sini. Kaki gue kepentok beton gara-gara ngehindarin monyet-monyet di sini. Sampai sekarang ada bekas luka bulet gede di lutut kiri gue. Bukan karena snorkeling atau hiking, tapi karena ngehindarin monyet! Zzz. Monyet di sini nakal, temen gue yang lagi minum jeruk diambil sama monyet, terus dibuang airnya. Hahahhaa.

P1090738

Kok banyak sampahnya?

P1090743

Selepas dari Baluran, kami kembali ke kota untuk Sholat Jum’at terlebih dahulu. Tapi anehnya, jam setengah 12 siang soljum-nya udah bubar. Lah? Kok aneh? Masa ngikutin waktu Indonesia Tengah? Hmmm. Akhirnya pada sholat dulu di pom bensin. Setelah itu kita ganti baju karena mau snorkeling ke Menjangan.

PULAU MENJANGAN

Pulau Menjangan terletak di Bali Barat dan merupakan salah satu spot snorkeling terbaik di Bali. Dipikir-pikir ini trip ambisius juga ya, bisa-bisanya mampir di Bali! Hahahha. Untuk ke Menjangan, kita naik perahu dari Pantai Watudodol, Banyuwangi. Saat itu jam 2 siang dan ombak terlihat begitu kencang, sampai-sampai perahu yang mengangkut kami tidak bisa menepi ke pantai. Setelah 1 jam menunggu, perahunya berhasil menepi tapi ga menepi-nepi amat. Kita masih harus bersusah payah ngelewatin air untuk naik ke kapal tersebut.

Sepanjang jalan, ombaknya pun kencang luar biasa. Gue sampai berpikir lebih baik ga usah dipaksain daripada kenapa-kenapa. Sepertinya memang pilihan yang salah ke Menjangan di sore hari. Harusnya pagi. Tadinya di jadwal memang mau pagi, tapi karena mengejar SolJum, jadilah dituker sama Baluran jadwalnya. Baluran jadi pagi dan Menjangan jadi sore. Eh ternyata SolJum-nya juga ga kekejar. Wek wew..

Di jalan kita sempat bertemu dengan sebuah Pura di Pulau. Sangat unik menurut kami. Ga berapa lama kemudian, setelah sejam, kamipun sampai di spot snorkeling pertama! Karangnya banyak banget plus ada ikan warna-warni di atasnya pokoknya kece deh! Spot snorkeling kedua pun ga kalah kece. Sayang, di spot kedua ini banyak bulu babi sehingga musti hati-hati pas lagi snorkeling.

Pura di Pulau Menjangan

Menjangan underwater (Photo by Wuki Traveller)

Menjangan underwater (Photo by Wuki Traveller)

Menjangan underwater (Photo by Wuki Traveller)

Menjangan underwater (Photo by Wuki Traveller)

Kami kembali dari snorkeling saat hari sudah mulai sore. Saat sampai di dekat pantai pun hari sudah gelap. Sangking ombaknya kenceng banget, kejadian lagi seperti kita mau berangkat, yaitu nunggu di laut sampai ombaknya mereda. Dan perahu yang mau menepi juga musti ngantri satu per satu, ga boleh bersamaan. Ada kali nunggu di kapal sambil muter-muter selama setengah jam di kegelapan malam. Di sinilah kesialan mulai terjadi, gue yang basah kuyup habis snorkeling, terombang-ambing di perahu kemudian mabuk. Rasanya parah bgt, mabuk sambil berasa mulai masuk angin. Tak lama setelah temen gue muntah, gue pun akhirnya muntah juga! Huhuhuhu. Setelah itu kita pun bisa turun, bukan di tepi pantai, tapi masih di laut. Air kira-kira seleher kita. Gue dengan life jacketnya disuruh berpegangan pada tali sampai ke pantai. Di setiap setengah meter ada bapak-bapak yang bersiap mengangkat kita untuk diestafet dan diberikan ke depannya. Jadi rasanya itu kaya dilempar-lempar di lautan. Gila dah! Barang-barangpun disuruh ditinggal di kapal karena sangat sulit membawa barang bersama kita. Setelah sampai di daratan dan kedinginan kami pun mencari tempat mandi. Tak sabar menunggu kamar mandi yang sudah diantrikan oleh banyak orang, kami pun dibawa untuk mandi di rumah penduduk. Dan, ke rumah penduduknya itu lewat jalan raya. Jadilah gue dengan celana renang pink super pendek, berjalan di jalan raya! Rrrr.. Setelah sampai di rumah penduduk, kami pun mandi, ber6! Hahahhahaha. Rekor mandi bareng terbanyak dalam sejarah hidup gue. Mana semuanya baru kenal hari itu. Hahahhaa. Epic dah!

Usai mandi, kami pun menunggu yang lain dan bersiap untuk melakukan perjalanan ke Kawah Ijen..

Simak postingan selanjutnya di kawah ijen, di sini.

Bertemu Nemo di Pahawang

Doing trip with totally strangers: checked.

Di kamis malam yang cerah tanggal 30 April 2015, gue memberanikan diri untuk ikutan trip sendirian ke pahawang. Lagi2 gue ikut Rani Journey hahahaa (Rp 450.000, meeting point Pelabuhan Merak). Setelah ditolak sm beberapa orang buat jalan ke pahawang, akhirnya gue memutuskan untuk pergi sendiri. Alasannya simpel: kalo nunggu ada temen dulu bisa2 gue ga pergi2. Toh di sana juga pasti bakal dapet temen. Mungkin ini bisa jadi latihan buat bener2 doing solo trip nantinya hahahaha.

Perjalanan gue dimulai pukul setengah 6 sore. Gue menunggu busway ke arah slipi jaya untuk naik bis merak dari situ. Busway ini lamanya ampun2an. Gw nunggu selama sejam baru dapet. Begitu sampe slipi jaya, gue ke toilet dulu. Kemudian gue keluar lagi nyari bisnya. Eh itu bis lewat di depan mata gue. Ga keburu ngejarnya. Mana kosong lagi. Yasudahlah, karena dr yang gue baca dia ada stgh jam sekali, gue memutuskan untuk makan dulu. Habis makan gue duduk manis lagi di halte, nunggu bis. Ga brp lama bisnya muncul. Horee! Langsung lah gue masuk dan thanks god, dapet duduk! Itu adalah seat terakhir di bis itu. Ga kebayang kalo musti berdiri selama 3.5 jam ke merak. Adapun ongkos bis Merak adalah 30.000. Gue duduk paling belakang dan sempit2an diantara 2 bapak2. Ternyata bis ini ada wcnya. Cenggih! Cucok buat gue yang hobinya beser. Gue pun sempat tertidur di bis. Bangun2, eh pundak gue udah disandarin bapak2 di sebelah kanan yang terlelap. Pengen ngebangunin tapi ga enak. Yaa untungnya ga brp lama dia sadar dan bangun sendiri. Hahahhaha. *coba kalo cowo ganteng yak?*

Begitu sampe di serang, mulai banyak yang turun dan orang2 yang tadinya berdiri udah bisa pada duduk. Jam stgh 11 pun gue udah sampe pelabuhan merak. Ternyata lebih cepat dari yang dibayangkan, kurang dari 3 jam! Sampe di merak gue menjalani ritual ke wc dulu plus beli roti biar ga kelaparan. Gue nunggu tour leader yang namanya koheng di sana. Harusnya kt ketemu jam stgh 12, tapi dia baru dtg jam stgh 1 lewat. Katanya sih mobilnya mogok. Habis ketemu koheng, gue mulai kenalan sama peserta2 lainnya. Banyak bgt yg surprise gue pergi sendiri hahahaa.

Setelah menunggu lagi, kita pun naik kapal ke merak. Gue dan bbrp org lain masuk ke ruangan vip. Mayan lah di situ duduknya enak, bisa nonton tipi plus ada ac ala kadarnya. Kita musti nambah 8 ribu buat duduk di situ. Jam menunjukkan pukul stgh 3 dini hari. Tapi kok kapal belum gerak juga. Gue sm tmn2 baru berasa ini kapal ga gerak2, tapi begitu nanya ke awak kapalnya katanya ini kapal udah jalan dari jam 2 kurang 10. Hahahah. Ternyata emang ga berasa kalo udah jalan. Bagus deh! Perjalanan selama 2 jam lebih itu gue habiskan dengan tidur sambil sesekali nonton film yang diputar.

Sekitar jam 4 kita sampai di bakauheni. Masih membutuhkan dua jam lagi perjalanan darat untuk sampai di dermaga ketapang, tempat kita naik perahu ke pahawang. Kalo dibandingkan dengan perjalanan ke kiluan, perjalanan ke ketapang ini jauuuuuh lebih singkat. Ke kiluan butuh berjam2 dengan kondisi jalan yang super jelek dan ngebuat kita loncat2 di mobil. Sesampainya di ketapang kita ganti baju dan cuci2. Siap2 buat snorkeling. Di ketapang ini kita digabrukin di 1 rumah penduduk bareng trip2 lain juga buat makan dan ganti baju. Crowded bgt dah itu tempat.

Dari dermaga ketapang kita mulai snorkeling keliling Pahawang. Kita sempet ke homestay dulu buat nurunin ransel, karena perahunya emang crowded banget dan takut kelebihan muatan. Perhentian pertama adalah snorkeling di Pulau Balak. Snorkeling di sini lumayan, banyak ikan biru kecil-kecil plus karang warna putih.

Setelah itu kami makan siang di Tanjung Putus. Pantainya kece bangett! Warna laut gradasi biru muda-biru layaknya pantai-pantai cantik di Endonesa tercinta. Yang paling epik adalah di sini kita makan siang nasi padang! Bukannya makan seafood gtu ya. Hahaha. Jadilah kita makan nasi padang sambil ngeliatin laut.

Makan nasi padang sambil ngeliatin view ini!

Makan nasi padang sambil ngeliatin view ini!

Tanjung Putus

Habis itu kita snorkeling lagi! Kali ini nama tempatnya Jelarangan. Jeng jeng jeng! Begitu masuk laut beuhh pemandangannya bagus banget. Jadi banyak coral yang dibudidayain gitu di situ, plus ada tulisan “Pulau Pahawang Wisataku”. Sebenernya tulisan itu ngeganggu sih kalo menurut gue. Jadi bikin tercemar wkwk. Trus di situ kita juga liat berbagai macam makhluk laut dari soft coral warna-warni, nemo sampai anemon ungu! Yang paling bikin gue kaget adalah si anemon ini. Kereeeeen banget. Dan dia ada di pahawang! *oke gue akui gue agak underestimate pahawang hahahaha*. Sayang gue ga bisa eksplor lautnya lebih banyak, karena ombaknya kenceng bgt. Kalo pake life jacket rasanya kaya mau muntah kebawa arus, sementara kalo life jacketnya dipegang doang di depan, gue jadi ga jalan karena ngelawan arus. Sementara gue ga pake fin. Dan gue ga berani kalo lepas life jacket full. Hahahhaa. Baru kali ini gue pikir kalo fin ada gunanya, biasanya kan gue pake booties aja, karena faktor kenyamanan.

Underwater life (Photo by Paskal)

Here it comes, nemo! (Photo by Paskal)

4

Anemon aaaaa! I love this! (Photo by: Paskal)

Habis snorkeling kita main2 lagi ke pantai, kali ini ke Kelagian kecil. Pantai yang ini juga cukup bagus, walaupun masih kalah sama Tanjung Putus. Ga jauh dari situ, kita snorkeling lagi. Bawah lautnya ga sebagus di Jelarangan, tapi oke lah! Banyak ikan warna warni.

Pulau kelagian kecil. Yuhuu!

Kelagian Kecil (Photo by Paskal)

Habis itu kita balik ke homestay buat mandi dan makan malam. Pas mau tidur, ternyata tidurnya banyak yang ngemper gitu di depan kamar. Perasaan gue ikut trip Rani bbrp kali pasti dapat kamar deh, 1 kamar ber5 gitu. Tapi yang ini cuma beralaskan tikar dan dijejerin satu2, yasudahlah nikmati saja. Selain itu, kamar mandinya cuma 1. Kebayang deh, belasan orang ngantri mandi begitu lama. Dan harus nimba dulu. Hahahha.

Keesokan harinya, hari Sabtu, habis makan pagi kita main ke pulau Pahawang Kecil. Pulaunya bagus. Di pulau itu juga ada resort orang Prancis. Wow, orang bule emang tau aja ya tempat bagus di Indonesia. Langsung dibuat resort sama dia. Tapi uniknya, resort ini ga disewain tapi dijadiin resort pribadi sama dia. Hmm..

Sama temen-temen baru di Pulau Pahawang Kecil

Ga jauh dari situ, kita snorkeling lagi. Kita juga sempat snorkeling terakhir kalinya di Cukubedil. Pemandangan bawah lautnya cukup oke lah. Gila juga ya dipikir2 udah snorkeling 5 kali dari hari pertama. Hahaha. Ini memang trip snorkeling! Sayang yang duduk di kapal aja tapi ga nikmatin bawah lautnya..

Setelah makan siang (yang tidak include di trip), kita balik ke Ketapang. Setelah itu, kita mampir dulu makan di Bakso Sony dan mampir ke pusat oleh-oleh. Tadinya mau ketemu Devi si gadis Lampung, tapi waktu tidak memungkinkan. Hiks. Sekitar pukul 6 kita naik kapal ke Merak. Kali ini kita duduk di ruangan eksekutif dengan nambah 11.000. Ruangannya di bawah, jadi agak berasa goncangannya. Sebenernya ruangan ini bagus, banyak sofa-sofa gtu, plus kita dapet hiburan live music (Bahkan ada momen dangdutan bareng! Hahahaha), tapi sayang ac-nya ga gitu berasa, dan dari tempat gue duduk rasanya puanaaaaas banget! Huhuhu. Setelah 2.5 jam perjalanan, sampailah juga kita di pulau jawa lagi, di Pelabuhan Merak. Dari situ gue nebeng mobil temen yang ke Kelapa Gading. Senangnya nemu temen yang kebetulan ke sana. Hihi. Dan gue pun sampe rumah pukul 12 malam…

Oke dah, sampai jumpa 2 minggu lagi di petualangan yang sudah saya tunggu-tunggu! Hahahhaa.

Ternyata ikut trip sendirian itu asik, bisa ketemu teman-teman baru, tapi juga bebas ngelakuin apa yang kita mau.

Notes: For more beautiful pictures, see my travelmate blog, Paskal in here.