Woohoo! Sekarang postingannya udah pindah negara, yaitu ke negara Laos, negara ke-41 gw!
Nah, kota pertama yang gw kunjungi di Laos adalah ibukotanya yaitu Vientiane. Perjalanan gw tempuh dari kota terakhir gw di Thailand yaitu Chiang Rai (yang belum baca postnya bisa klik di sini!). Dari Chiang Rai gw ke Chiang Mai dulu naik bis selama 4 jam (Rp 118.000), gw ambil koper yang gw titip di hostel Chiang Mai sekaligus makan yang terakhir kalinya di Thailand. Setelah itu gw melanjutkan perjalanan dengan bis dari Chiang Mai ke Nong Khai (kota di perbatasan Thailand dan Laos – harga tiket: Rp 476.000) selama 12 jam (overnight). Baru kemudian keesokan siangnya naik shuttle dari Nong Khai ke Vientiane (Rp 260.000). Perjalanan yang sangat panjang, tapi jangan sedih, ada yang lebih panjang di kota-kota selanjutnya hahahaha.
Sesampainya di Vientiane gw langsung menuju ke hostel yang udah gw pesen namanya Dream Home Hostel (Rp 110.000 per malam). Gw terkejut karena hostel-nya engga banget hahaha. Kemaren kaya dapet hostel yang paling bagus pas di Chiang Rai sekarang dapet yang paling jelek pas di Vientiane. Gw ngerasa kasurnya ga bersih, terus kaya ditutupin sama tirai tapi di sampingnya doang, depannya engga, jadi ga ada privacy sama orang depan kita. Oya ini Mixed Dorm 4 kasur ya, sekamar berempat dan depan gw cowo. Wkwk. Kamar mandinya juga kurang bersih dan ada grafitti. Dan di bagian depan ga ada pintunya. Anehnya reviewnya di Bookingcom itu 8.2. Yaudah awalnya gw percaya aja. Ternyata review google-nya 2.9 (out of 5.0), ya siapa juga yang ngecekin review google ye kan. Yaudahlah dinikmati aja hahahaha udah bayar juga. Ada bagusnya juga sih hostel ini, nyediain sarapan hahaha.
Ki: Dream Home Hostel, dari luar tulisan namanya cuma pake spanduk doang. Ka: Toilet penuh grafitti.
As a capital city, kota Vientiane ini raw banget, masih bagusan Phnom Penh di Kamboja. Oya di sini ga ada Grab ya, jadi kalo kemana-mana musti mesen taksi pake aplikasi namanya Loca. Loca ini juga ga ada versi ojeknya, jadi cuma bisa naik taksi. Untuk mata uang sendiri Laos menggunakan mata uang Kip, tapi kalau ada USD juga bisa pake USD.
Berikut destinasi yang gw kunjungi selama di Vientiane:
1. Wat Si Saket
Kuil Buddha yang dibangun pada tahun 1818. Kuil di Laos sendiri punya keunikan tersendiri, agak beda sama yang di Thailand.
2. Wat Si Muang
Kuil Buddha ini dibangun pada tahun 1563 dan menjadi salah satu kuil paling dihormati di kota Laos.
3. Patuxai Victory Monument
Dibangun sekitar tahun 1957 sampai 1968, monumen ini ditujukan bagi para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan kemerdekaan Laos dari negara Prancis. Monumen ini mirip banget sama Arc de Triomphe di Paris, mungkin memang terinspirasi dari sana.
4. Pha Tat Luang
Di kompleks kuil ini terdapat stupa Buddha yang dilapisi oleh emas. Stupa ini dibangun di abad ke-3 Sebelum Masehi namun melewati proses renovasi beberapa kali.
5. Buddha Park
Tempat ini lokasinya agak di luar kota Vientiane, untuk ke sini gw naik bis dari terminal, dengan tiket seharga Rp 14.000. Jaraknya sendiri sekitar 25 km dari Vientiane dengan waktu tempuh 40 menit. Di Buddha Park ini terdapat berbagai patung Buddha dalam sebuah kompleks taman yang luas. Selain patung Buddha juga terdapat berbagai patung Hindu dengan total lebih dari 200 patung.
Oya pas mau ke Buddha Park gw kehabisan duit cash, gw coba cari Money Changer tapi hari Minggu pada tutup. Terus randomly nemu mbak-mbak di pinggir jalan yang bisa nukerin duit, rate-nya oke sih. Gw sempet ngobrol sama orang Indonesia yang tinggal di Laos juga katanya salah satu rate yang paling oke adalah dari mbak-mbak pinggir jalan ini. Jadi pas nemu yaudah gas aja, walopun sebenernya ilegal. Nah uniknya si mbak-mbak ini kadang ada kadang engga. Pas gw pulang dari Buddha Park gw cari mbak-mbak ini lagi di tempat yang sama udah ga nemu hahaha. Sepertinya jodoh-jodohan juga.
Selain ke tempat-tempat di atas ada beberapa tempat makan juga yang memorable selama di Vientiane:
1. Restoran Khop Chai Deu
Restoran ini menyajikan makanan khas Laos dan ratingnya cukup bagus di google review. Selama ke sini gw cobain Laab Chicken, Fried fish with Sticky Rice (agak aneh ya makan ikan pake sticky rice) dan juga River Weed (bukan sea weed tapi river weed, rumput sungai yang diambil dari Sungai Mekong).
2. Vientiane Night Market
Seru banget keliling Asia Tenggara pasti nemu Night Market. Kalo bingung malem-malem mau makan apa tinggal ke sini.
3. YKJ Fried Chicken
Di Laos ga ada Mcd ataupun KFC, adanya adalah YKJ, fried chicken dengan kearifan lokal.
Menu Khop Chai Deu. Ki: Laab Chicken. Ka: River Weed
Setelah menghabiskan 5 hari 4 malam di Vientiane (ga berasa sih karena sambil kerja juga), gw lanjut ke kota Vang Vieng dan akan menaiki kereta api cepat sejenis Whoosh! Puji Tuhan selama 4 malam di hostel ini ga ada apa-apa yang aneh-aneh, laundry-an juga semua aman sentosa Hahahaha.


























































