Cruise Experience: Helsinki-St.Petersburg

Setelah menjelajah Riga dan Helsinki, sore itu kita naik cruise bernama Princess Anastasia dari Helsinki menuju ke St. Petersburg. Kita memesan kamar berukuran 9m2 di cruise untuk 3 hari 2 malem di website St. Petersline, seharga 454 Euro untuk 4 orang (113 Euro per orang). Adapun harga tersebut sudah termasuk: gratis visa ke Rusia selama 3 hari, satu kali makan malam di cruise dan bus transfer dari pelabuhan ke pusat kota St. Petersburg.

Ini pertama kalinya gw naik cruise jadi gw excited banget, pengalaman naik kapal terakhir itu pas Living on Boat di Pulau Komodo dan sekitarnya yang berujung dengan malapetaka. Sebelum naik cruise, kita beli makanan dulu di restoran Subway depan pelabuhan, karena kita tidak memesan makan malam untuk hari itu. Sesampainya di Cruise, kita langsung menuju kamar yang ternyata mini banget. Berasa kaya lagi di asrama mahasiswa Prancis tapi ini kasurnya ada 4, 2 di atas dan 2 di bawah. Bener2 sempit, kalo mau mondar mandir susah dan musti gantian haha. Tapi gapapa, kamarnya tergolong bagus dan bersih serta dilengkapi kamar mandi. Setelah menaruh barang-barang, kita pun keluar untuk melihat-lihat dalam cruise dan juga pemandangan di luar.  Cruise ini isinya super lengkap, ada restoran, beberapa bar, game room, gym, sauna, kolam renang kecil, duty free shop dan masih banyak lagi.

Webp.net-resizeimage-2

Di depan kapal Princess Anastasia. Siap-siap naik cruise!

princessa_anastasia-cabins

Seperti ini kira-kira kamar kita, hanya saja sofa di kanan bawah diganti sama kasur dan tidak ada jendela. Foto diambil dari sumber lain karena gw tidak mengambil foto kamar. (Foto: guide-guru.com)

Webp.net-resizeimage-5

Lobby cruise

Webp.net-resizeimage

Tangga di cruise, cruise kita ini ada 8 lantai.

Webp.net-resizeimage-11

Menikmati sunset di salah satu lounge di cruise

Webp.net-resizeimage-4

Game room. Yang bosen, bisa main game di sini.

Webp.net-resizeimage-7

Tempat gym

Webp.net-resizeimage-3

Salah satu pertunjukan di Cruise.

Malam pertama di kapal kita habiskan dengan duduk di restoran sambil melihat sunset, lalu kemudian menonton pertunjukan di sana. Malam itu kita bermalam di kapal, sekitar jam 8 pagi, kita pun sampai di St. Petersburg. Welcome to Russia!

Ga nyangka rasanya bisa sampai di negara yang satu ini tanpa visa. Ya, seperti yang sudah gw bilang di awal, cruise ini menyediakan 3 hari free visa ke Rusia, cocok buat traveler asal Indonesia kaya kita yang emang butuh visa buat ke Rusia. Tapi di sini kita ga 3 hari, karena kita hanya mengambil paket yang 1 hari di Russia. Jadi, sekitar jam 4 sore kita harus kembali ke kapal untuk pulang ke Helsinki.

Turun dari kapal, kita sampai di pelabuhan di St Petersburg untuk masuk ke imigrasi. Keadaan di imigrasi: chaos! Orang dimana2, ga ada line yang jelas tempat untuk mengantri, jadi semua orang main serobot sana sini. Dari sekian banyak counter imigrasi yang dibuka hanya sedikit, itu juga tidak langsung buka saat tiba di sana. Jadilah kita stuck diam menunggu imigrasi dibuka. Ternyata seperti ini di Rusia, negara dunia ke-2, aturan masih kacau dan memang tidak seperti negara-negara maju di Eropa. Setelah menunggu 3 jam untuk melewati imigrasi, akhirnya kita masuk juga di negara ini. Karena sudah memesan city transfer bus dalam paket cruise, kita menaiki bus untuk menuju ke pusat kota St Petersburg. Jam sudah menunjukkan angka 12. Itu artinya kita cuma punya waktu 4 jam di St Petersburg, padahal kita sudah membayangkan mengitari St Peter selama 8 jam, semua karena kerusuhan di imigrasi.

Sebelum mengitari kota, kita berhenti makan dulu di sebuah restoran Italia, yang pelayanannya kurang memuaskan dan makanannya seperti tidak matang. Gw pun sempet ngomel sama karyawannya untuk meminta makanan gw diganti. Makanan gw diganti dan mereka minta maaf berkali2, bahkan sampai pas kita keluar, kita kaya dihormati gitu sama para staff-nya hahahaha. Pengalaman yang lucu, mengingat orang Rusia itu stereotipnya dingin, tapi ternyata mereka baik hati dan ramah (walaupun harus diomelin dulu haha).

Setelah itu kita pun mengitari kota St Petersburg dengan berjalan kaki. Berikut tempat2 yang kita lalui dengan berjalan kaki selama 3 jam.

webp.net-resizeimage

Di depan Winter Palace yang sekarang menjadi Museum Hermitage

webp.net-resizeimage-2

Gerbang cantik di depan Lapangan Hermitage.

webp.net-resizeimage-3

Pemandangan di balik gerbang

webp.net-resizeimage-4

Bangunannya warna warni, tsakep!

webp.net-resizeimage-5

The Church of the Saviour on the Spilled Blood, gereja ikon kota St Petersburg

webp.net-resizeimage-10

Gereja tampak belakang

webp.net-resizeimage-6

Kalo winter lapangan gini doang jadi cakep yak

webp.net-resizeimage-7

Danau yang membeku

Setelah mengitari kota St Petersburg selama 3 jam, kita harus kembali ke tempat di mana shuttle bus mengantarkan kami ke pelabuhan. Sayang, petualangan di kota yang sangat cantik ini sudah berakhir. Coba kalo ga chaos di imigrasi, kita bisa muterin lebih lama. Tapi gapapalah, lumayan, daripada lumanyun. Dari 2 kota yang sudah gw jelajahi sebelumnya: Riga dan Helsinki, gw paling suka sama St Petersburg. Bangunannya cantik dan unik bgt, beda sama negara Eropa yang lebih barat.

Sesampainya di pelabuhan, kita pun menuju ke restoran di cruise karena malam itu kita sudah memesan makan malam di cruise!

webp.net-resizeimage-8

Dinner di cruise. Dinner ini sifatnya opsional. Jika ingin menakan bujet bisa tidak memilih opsi dinner.

Makan selesai, kita pun duduk-duduk lagi di salah satu lounge yang menampilkan atraksi pertunjukan hingga tengah malam. Ketika sudah tengah malam, panggung pun berubah menjadi lantai dansa alias tempat dugem hahaha! So, we have so much fun at the cruise. Bener-bener recommended dengan harga yang cukup terjangkau.

Setelah bermalam di cruise, esok paginya saya melanjutkan perjalanan ke Tallin seorang diri dengan menggunakan cruise yang berbeda. Pas ke Tallin ini, saya berjalan sendiri, karena yang lain pengen santai-santai di Helsinki. Tunggu kisah perjalanan saya yang berikutnya di kota yang ga kalah cantik, Tallin, Estonia.

Advertisements