Journey to the North : Tallin

Setelah perjalanan selama 4 hari mengelilingi kota Riga, Helsinki dan menikmati cruise ke St. Petersburg, di hari terakhir ini saya memutuskan untuk bertualang ke Tallin, Estonia. Trip ini tadinya tidak direncanakan sama sekali, tapi melihat kalo ternyata dekat ke Tallin dan bisa dengan naik cruise, sayang rasanya kalo ga ke kota ini. Jadilah saya memisahkan diri dari teman-teman saya untuk solo travelling ke Tallin selama seharian. Teman-teman seperjalanan saya memilih untuk bersantai dan berendam air panas di Helsinki, sementara saya memilih melihat satu lagi kota di sebelah utara Eropa, Tallin.

Sesampainya di Helsinki saya langsung ke pelabuhan untuk membeli tiket ke Tallin, beruntungnya, tiket di kapal (Viking Line) saat itu tinggal sisa 2, jadi saya bisa naik kapal yang langsung berangkat setengah jam kemudian. Tiketnya sendiri harganya 20an Euro untuk one way. Kapalnya mirip dengan kapal yang saya gunakan untuk menuju St. Petersburg. Ada restoran, duty free shop dan beraneka ragam ruangan entertainment. Begitu naik ke atas kapal, saya langsung meletakkan backpack saya di locker, untuk diambil saat pulang ke Helsinki nanti. Saya makan sandwich dulu di kapal untuk makan siang, kemudian mengelilingi kapal, sampai akhirnya saya berhenti di sebuah cafe (duduk doang, kaga ada yang dibeli) untuk mendengarkan lagu dan sedikit berdendang dari musisi yang lagi nyanyi di situ.

Setelah 2 jam perjalanan, sampailah saya di kota Tallin. Tallin ini cukup kecil, dari pelabuhan ke pusat kota hanya memakan waktu 20 menit jalan kaki. Langsung saja ya.. Ini tempat-tempat yang saya kunjungi di Tallin beserta cerita-cerita di dalamnya.

Webp.net-resizeimage-4

Pintu gerbang menuju pusat kota Tallin, namanya Viru Gate. Kotanya berasa kaya kota abad pertengahan gitu, dikelilingin oleh benteng.

Webp.net-resizeimage-5

Kawasan pusat kota Tallin yang rumahnya warna-warni

Webp.net-resizeimage-10

Kaya di negeri dongeng ya

Webp.net-resizeimage-2

Pusat kota Tallin

Webp.net-resizeimage-3

Salah satu pintu lucu di kota Tallin

Webp.net-resizeimage-6

Cathedral Alexander Nevsky yang juga terletak di bukit Toompea. Buat mendaki bukit ini ga jauh kok, masih di pusat kota dan cuma ngedaki sedikit aja.

Webp.net-resizeimage-8

View untuk melihat kota Tallin dari atas, di bukit Toompea. Tjakep bingitss!!

Webp.net-resizeimage-7

Ceritanya kedinginan, belilah hot wine. Eh malah jadi sedikit high, sampe belanjaan jatuh di supermarket dan nabrak orang pas balik kapal hahaha.

Webp.net-resizeimage-9

Kapal untuk kembali ke Helsinki. Laut di sekitarnya sudah mulai membeku, es semua itu..

Itu dia tempat-tempat yang saya kunjungi di kota Tallin. Overall, untuk mengelilingi kota ini cuma dibutuhkan 4 jam, jadi cocoklah kalo mau naik cruise dari Helsinki (atau kota-kota lain) seperti saya ini untuk one day trip ke Tallin.

Hari itu gw merasa happy bisa travelling sendirian, setelah kurang lebih bareng sama temen2 selama 3 hari. Kadang emang me time itu diperlukan ya. Haha. Apalagi kalo me time-nya ke kota cantik kaya Tallin ini. Hihi. Oiya, ada cerita yang agak lucu pas gw di Tallin. Seperti gw tulis di caption di atas, gara2 gw minum hot wine itu, gw jadi agak naik. Mungkin karena sebelumnya cuma makan sandwich doang di kapal. Gw masih bisa kembali ke kapal sih, cuma ya itu.. pas gw ke mini market buat belanja, barang2nya beberapa meleset dari tangan gw. Dan yang lebih ngeselin adalah gue ga sengaja nabrak bapak2 pas di kapal, dan dia marah2 dong sama gue. Hhhhh. Akhirnya begitu sampe di kapal, gw langsung cari tempat ngemper yang enak di lantai (banyak org yang duduk-duduk di lantai gitu) terus gue tidur hahahah. Sampe2 udah di Helsinki lagi deh. Haahha. Pagi dini hari gw flight menuju ke Paris, bareng sama Atha yang juga balik ke Vienna.

Sekian cerita perjalanan kali ini! Akhirnya ngeblog lagi setelah 6 bulan ga ngeblog!

Advertisements

Cruise Experience: Helsinki-St.Petersburg

Setelah menjelajah Riga dan Helsinki, sore itu kita naik cruise bernama Princess Anastasia dari Helsinki menuju ke St. Petersburg. Kita memesan kamar berukuran 9m2 di cruise untuk 3 hari 2 malem di website St. Petersline, seharga 454 Euro untuk 4 orang (113 Euro per orang). Adapun harga tersebut sudah termasuk: gratis visa ke Rusia selama 3 hari, satu kali makan malam di cruise dan bus transfer dari pelabuhan ke pusat kota St. Petersburg.

Ini pertama kalinya gw naik cruise jadi gw excited banget, pengalaman naik kapal terakhir itu pas Living on Boat di Pulau Komodo dan sekitarnya yang berujung dengan malapetaka. Sebelum naik cruise, kita beli makanan dulu di restoran Subway depan pelabuhan, karena kita tidak memesan makan malam untuk hari itu. Sesampainya di Cruise, kita langsung menuju kamar yang ternyata mini banget. Berasa kaya lagi di asrama mahasiswa Prancis tapi ini kasurnya ada 4, 2 di atas dan 2 di bawah. Bener2 sempit, kalo mau mondar mandir susah dan musti gantian haha. Tapi gapapa, kamarnya tergolong bagus dan bersih serta dilengkapi kamar mandi. Setelah menaruh barang-barang, kita pun keluar untuk melihat-lihat dalam cruise dan juga pemandangan di luar.  Cruise ini isinya super lengkap, ada restoran, beberapa bar, game room, gym, sauna, kolam renang kecil, duty free shop dan masih banyak lagi.

Webp.net-resizeimage-2

Di depan kapal Princess Anastasia. Siap-siap naik cruise!

princessa_anastasia-cabins

Seperti ini kira-kira kamar kita, hanya saja sofa di kanan bawah diganti sama kasur dan tidak ada jendela. Foto diambil dari sumber lain karena gw tidak mengambil foto kamar. (Foto: guide-guru.com)

Webp.net-resizeimage-5

Lobby cruise

Webp.net-resizeimage

Tangga di cruise, cruise kita ini ada 8 lantai.

Webp.net-resizeimage-11

Menikmati sunset di salah satu lounge di cruise

Webp.net-resizeimage-4

Game room. Yang bosen, bisa main game di sini.

Webp.net-resizeimage-7

Tempat gym

Webp.net-resizeimage-3

Salah satu pertunjukan di Cruise.

Malam pertama di kapal kita habiskan dengan duduk di restoran sambil melihat sunset, lalu kemudian menonton pertunjukan di sana. Malam itu kita bermalam di kapal, sekitar jam 8 pagi, kita pun sampai di St. Petersburg. Welcome to Russia!

Ga nyangka rasanya bisa sampai di negara yang satu ini tanpa visa. Ya, seperti yang sudah gw bilang di awal, cruise ini menyediakan 3 hari free visa ke Rusia, cocok buat traveler asal Indonesia kaya kita yang emang butuh visa buat ke Rusia. Tapi di sini kita ga 3 hari, karena kita hanya mengambil paket yang 1 hari di Russia. Jadi, sekitar jam 4 sore kita harus kembali ke kapal untuk pulang ke Helsinki.

Turun dari kapal, kita sampai di pelabuhan di St Petersburg untuk masuk ke imigrasi. Keadaan di imigrasi: chaos! Orang dimana2, ga ada line yang jelas tempat untuk mengantri, jadi semua orang main serobot sana sini. Dari sekian banyak counter imigrasi yang dibuka hanya sedikit, itu juga tidak langsung buka saat tiba di sana. Jadilah kita stuck diam menunggu imigrasi dibuka. Ternyata seperti ini di Rusia, negara dunia ke-2, aturan masih kacau dan memang tidak seperti negara-negara maju di Eropa. Setelah menunggu 3 jam untuk melewati imigrasi, akhirnya kita masuk juga di negara ini. Karena sudah memesan city transfer bus dalam paket cruise, kita menaiki bus untuk menuju ke pusat kota St Petersburg. Jam sudah menunjukkan angka 12. Itu artinya kita cuma punya waktu 4 jam di St Petersburg, padahal kita sudah membayangkan mengitari St Peter selama 8 jam, semua karena kerusuhan di imigrasi.

Sebelum mengitari kota, kita berhenti makan dulu di sebuah restoran Italia, yang pelayanannya kurang memuaskan dan makanannya seperti tidak matang. Gw pun sempet ngomel sama karyawannya untuk meminta makanan gw diganti. Makanan gw diganti dan mereka minta maaf berkali2, bahkan sampai pas kita keluar, kita kaya dihormati gitu sama para staff-nya hahahaha. Pengalaman yang lucu, mengingat orang Rusia itu stereotipnya dingin, tapi ternyata mereka baik hati dan ramah (walaupun harus diomelin dulu haha).

Setelah itu kita pun mengitari kota St Petersburg dengan berjalan kaki. Berikut tempat2 yang kita lalui dengan berjalan kaki selama 3 jam.

webp.net-resizeimage

Di depan Winter Palace yang sekarang menjadi Museum Hermitage

webp.net-resizeimage-2

Gerbang cantik di depan Lapangan Hermitage.

webp.net-resizeimage-3

Pemandangan di balik gerbang

webp.net-resizeimage-4

Bangunannya warna warni, tsakep!

webp.net-resizeimage-5

The Church of the Saviour on the Spilled Blood, gereja ikon kota St Petersburg

webp.net-resizeimage-10

Gereja tampak belakang

webp.net-resizeimage-6

Kalo winter lapangan gini doang jadi cakep yak

webp.net-resizeimage-7

Danau yang membeku

Setelah mengitari kota St Petersburg selama 3 jam, kita harus kembali ke tempat di mana shuttle bus mengantarkan kami ke pelabuhan. Sayang, petualangan di kota yang sangat cantik ini sudah berakhir. Coba kalo ga chaos di imigrasi, kita bisa muterin lebih lama. Tapi gapapalah, lumayan, daripada lumanyun. Dari 2 kota yang sudah gw jelajahi sebelumnya: Riga dan Helsinki, gw paling suka sama St Petersburg. Bangunannya cantik dan unik bgt, beda sama negara Eropa yang lebih barat.

Sesampainya di pelabuhan, kita pun menuju ke restoran di cruise karena malam itu kita sudah memesan makan malam di cruise!

webp.net-resizeimage-8

Dinner di cruise. Dinner ini sifatnya opsional. Jika ingin menakan bujet bisa tidak memilih opsi dinner.

Makan selesai, kita pun duduk-duduk lagi di salah satu lounge yang menampilkan atraksi pertunjukan hingga tengah malam. Ketika sudah tengah malam, panggung pun berubah menjadi lantai dansa alias tempat dugem hahaha! So, we have so much fun at the cruise. Bener-bener recommended dengan harga yang cukup terjangkau.

Setelah bermalam di cruise, esok paginya saya melanjutkan perjalanan ke Tallin seorang diri dengan menggunakan cruise yang berbeda. Pas ke Tallin ini, saya berjalan sendiri, karena yang lain pengen santai-santai di Helsinki. Tunggu kisah perjalanan saya yang berikutnya di kota yang ga kalah cantik, Tallin, Estonia.

Journey to the North: Riga and Helsinki

Sepulang dari Chamonix, seorang teman tiba2 message mengajak liburan naik cruise ke Rusia. Dia bilang, “Cun, gue mau pesen kamar di cruise Finlandia-Rusia PP, sekamar 4 orang, kita udah bertiga, kurang 1 orang lagi, lo mau join ga?” Tanpa pikir panjang gw langsung jawab, “Mauuuuu.. tapi gue musti cek dulu ya tanggal segitu pas ujian apa ga.” Sebenernya hari2 itu gw lagi kuliah, bukan pas libur, tapi gue nekat aja pengen pergi. Sumpek juga kuliah mulu dan parahnya, kampus gw ga ada liburan sama sekali semester itu. Padahal normalnya kampus publik di Prancis itu libur seminggu di bulan Februari dan seminggu di bulan April. Tapi kampus gw ga ada sama sekali -.- Setelah mengecek jadwal ujian, ternyata pas tanggal segitu ga ada ujian, langsung lah cus beli tiket. Jadi rencananya gw liburan seminggu dengan rute Riga (Latvia), Helsinki (Finlandia), habis itu naik cruise ke St. Petersburg (Rusia) dan balik lagi ke Helsinki (Finlandia). Saat itu ga ada rencana sama sekali ke Estonia, tapi pas hari H akhirnya gw memutuskan buat ke Tallin (Estonia).

Seminggu sebelum keberangkatan, setelah semua tiket sudah dibeli baru lah ketawan kalo ternyata minggu itu banyak buanget tugas. Hampir tiap hari presentasi dan tugas-tugas lainnya. Mati lah gw. Tapi ya mau gimana lagi. Tugas2 tersebut terpaksa gw kebut sebelum gw pergi dan beberapa setelah gw pulang.

Hari Rabu tanggal 28 Maret, gw terbang dari Paris ke Riga naik Baltic Air jam 10 pagi. Perjalanan memakan waktu 2 jam 45 menit. Sampai di sana kira2 jam 13.50, jamnya maju sejam dari Paris. Harga tiket pesawat Paris-Riga-Helsinki-Riga-Paris adalah 177 Euro, semua dengan Baltic Air. Buat balik dari Helsinki ke Paris harus lewat Riga, karena transitnya di situ.

Di Riga gw langsung ketemu sama Atha di airport, Atha ini adalah salah satu temen di FIB tapi beda jurusan. Kita pun naik bis ke tengah kota, kemudian taruh barang di hostel yang bernama Tree House Hostel (10 Euro semalam untuk 10 Bed Female Dorm). Setelah itu, kita pun langsung cus buat eksplor Riga. Riga ini kotanya cukup kecil jadi bisa dieksplor dengan jalan kaki.

Webp.net-resizeimage

Warna-warni kota Riga. Kota-nya agak sepi ya.

Webp.net-resizeimage-2

Pusat kota Riga: House of the Blackheads

Webp.net-resizeimage-3

Di tengah jalan ngelewatin danau yang beku menjadi es. Amayzeng!

Webp.net-resizeimage-8

Salah satu bangunan di distrik Art Nouveau, kompleks bangunan modern dan warna-warni di Riga.

Webp.net-resizeimage-6

Riga Orthodox Church ❤

 

Webp.net-resizeimage-5

Makan-makanan khas Latvia di restoran Lido. Recommended!

Malemnya kita ke bar tradisional Latvia bernama Folkklubs buat nyobain alkohol khas Latvia yang bernama Black Balsamic Riga. Di bar ini ada stage dimana orang2 pada nari tradisional Latvia.

Webp.net-resizeimage-7

Cheers from Riga! Fun fact: Latvia ini adalah negara ke-26 yang gw kunjungin, sementara ini adalah negara ke-27 yang Atha kunjungin 😀

Keesokan harinya, kita naik pesawat dari Riga menuju Helsinki. Siang hari kita sudah sampai di Helsinki dan menuju ke hostel yang bernama Eurohostel. Kita pesen kamar yang private, satu kamar buat berdua dengan harga 50 Euro per malam. Kenapa kita pilih private room? Karena harganya mirip2 sama dorm, kalo di dorm sekitar 25 Euro per malam, nah ini juga sama per orang bayarnya 25, udah dapet yang private room. Yaudah kita pilih private aja.

Di hostel sudah menunggu Tita, temennya Atha yang tinggal di Hamburg, Jerman. Setelah beres2, kita pun langsung eksplor Helsinki.

Webp.net-resizeimage-9

Helsinki yang juga membeku. Kita kira kan akhir Maret udah agak panas gitu ya, taunya masih aja dingin.

Webp.net-resizeimage-10

Jajan roti pake salmon di Old Market Hall, pasar indoor yang berada di kompleks Market Square.

Webp.net-resizeimage-11

Ini stasiunnya Helsinki, Helsinki Central Station.

Malamnya, kita ngaso-ngaso sebentar lalu kemudian menjajal karaoke bar di Helsinki. Pas lagi di hostel, ada kejadian tidak mengenakkan. Jadi kan di setiap lantai itu ada dapur dan common area-nya. Nah, gw, Atha sama Tita mau makan sekaligus santai di dapur. Tiba2 ada 3 cowo masuk, warga negara G (negara di Eropa Timur yang namanya sengaja gw samarkan) dan 3 orang ini ngajak kita ngobrol. Yang pertama kena ngobrol adalah gw, bego-nya gw (dan mungkin sebagian besar orang Indonesia lain) adalah terlalu ramah, gw ajak ngobrol aja tanpa ada pretensi apa2. Eh, tuh orang2 malah kesenangan dan berakhir ngajak kita ke bar. Dari situ gw mulai takut dan nyuekin tuh orang2, sementara si Atha dan Tita emang udah nyuekin dari awal. Tapi tuh 3 orang masih aja usaha ngajak ngobrol dan ngegoda-goda. Setelah berapa lama, akhirnya mereka keluar dan kita pun bisa agak bebas di dapur. Kita pun masuk kamar dan ternyata 3 orang itu kamarnya sebelahan sama salah satu dari kita. Mereka pun kayanya sengaja berdiri-berdiri di luar buat ngeganggu kita. Ya kita jadi takut keluar, rencana yang tadinya mau ke bar, malah jadi ketakutan. Setelah di luar ga ada suara, baru akhirnya kita berani ke luar, itu juga pasang tampang jutek biar kalo ga sengaja ketemu kita bisa pura-pura ga kenal. Huff.

Akhirnya kita pun ke karaoke bar yang bernama Wallis. Tempatnya seru abis. Jadi kita bisa pesen lagu, udah gitu kalo giliran kita tiba, lagu kita diputer dan kita musti nyanyi di depan panggung hahah. Berasa beneran jadi true singer gitu ditontonin orang-orang lol. Seru sih, dan lebih lucunya lagi adalah banyak lagu yang pake bahasa Finlandia, jadi kita sok2 ikutan nyanyi aja padahal ga tau maknanya apa.

Webp.net-resizeimage-12

Penampakan sebelum nyanyi di atas panggung. Sayang, ga bisa upload video pas nyanyi, wordpress gw belum diupgrade ke yang premium lol.

Sepulang dari bar, kita pun pulang ke hostel. Di hostel sudah menunggu si Ega, satu lagi temannya Atha (yang ini kerja di Irlandia) yang baru saja sampai di Helsinki. Keesokan paginya si Ega cerita kalo ternyata salah satu dari cowo yang semalem itu ganggu dia juga. Jadi dia lagi telpon, terus tiba2 salah satu cowo itu ngetok2 sambil manggil salah satu nama kita (Dang, dia inget nama2 kita). Akhirnya dicuekin aja sama si Ega, pura2 ga denger.

Besok paginya kita berempat breakfast di dapur, sambil cemas takut ketemu 3 cowo aneh itu lagi. Untungnya, tiba2 di dapur itu kita ketemu 2 cowo Indonesia yang nginep di hostel yang sama, jadilah ngobrol2 seru sama mereka dan gara2 ada mereka, si 3 cowo G itu jadi ga berani ngajak ngobrol kita. Dia cuma liatin kita aja di dapur sambil bingung, mungkin pikirnya “Ini siapa lagi, ada orang baru tiba2, pada akrab bener2” Wkwk. Thanks ya, Marconi and Handoko, you saved our life! Haha 😀

Hari itu, kita keliling kota Helsinki lagi, kali ini tambah satu personel baru: Ega. Geng kita komplit sudah!

 

Webp.net-resizeimage-13

Kita berempat di depan Uspenski Cathedral, gereja Orthodox utama di Finlandia.

Webp.net-resizeimage-14

Salah satu sudut kota Helsinki

Webp.net-resizeimage-15

Ini dia Helsinki Cathedral, gereja Evangelical Lutheran.

Webp.net-resizeimage-16

Jadi gimana kesan gw soal kota Helsinki? Menurut gw, kotanya kurang menarik, terlalu modern dan ga gitu banyak yang diliat. The best moment? Tentu saja nyanyi di atas panggung ditontonin orang Finlandia, berasa artezz.

 

Sorenya, kita bersiap untuk naik cruise ke St. Petersburg, Rusia! Gimana ya serunya naik cruise? Tunggu ceritanya di post selanjutnya! :*