Keliling Santorini dengan Budget Backpacker

Hi semuanya! Bulan Mei yang lalu gue habis balik dari Yunani! Gue masih ga percaya sih bisa menginjakkan kaki di negara yang bisa gue bilang wishlist ini. Tujuan gue ke Yunani adalah tentu saja ke Santorini dan Athena! Tadinya pengen eksplor yang lain kaya Mykonos, tapi karena keterbatasan biaya, dua ini aja udah cukup menyenangkan hati gue.

Gue dapet tiket Paris-Athena-Santorini-Athena-Paris dengan total harga 210 Euro. Paris-Athena dan Athena-Santorini naik Aegean Air (maskapai Yunani tapi oke punya), Santorini-Athena, Athena-Roma dan Roma-Paris dengan Ryan Air. Kenapa gue transit dulu di Roma? Karena tiket Athena-Roma dan Roma-Paris jauh lebih murah daripada tiket Athena-Paris langsung. Sebenernya kalo lagi low season banget, semua tiket di atas bisa dijangkau dengan harga 150 Euro.

Hari ke-1: Berangkat dari Paris

Gue berangkat dari airport Paris Charles-de-Gaulle tanggal 17 Mei 2017 sekitar jam 10 malam bareng sama temen gue Anin. Jadi travelling ke Yunani kali ini gue bakal berdua sama Anin, non-stop, kecuali hari terakhir dia musti balik duluan karena ada kuliah. Si Anin ini sebenernya satu kampus sama gue di UI, tapi baru suka ngobrol pas sama-sama di Prancis. Itu juga ga pernah ngobrol yang tatap muka, biasanya cuma lewat whatsapp. Pernah sekali nginep di rumah dia, eh dianya ga ada hahaha. Jadi trip kali ini bener baru pertama kali kita ngobrol langsung hahaha.

Kitapun naik Aegean Air menuju Athena, pertamanya agak takut juga karena belum pernah denger Aegean Air. Ternyata itu maskapainya Yunani dan ternyata servisnya mayan oke, dikasih makan minum segala, ga kaya low cost carrier pada umumnya. Mungkin emang ini maskapai bukan low cost kali ya. Kita sampai di Athena sekitar tengah malam, kemudian transit sekitar 4 jam untuk melanjutkan perjalanan ke Santorini. Dari Athena ke Santorini gue kira bakal naik Olympic Air, versi kecilnya si Aegean, dan dia pake baling-baling. Ternyata engga tuh, kita tetep dinaekin Aegean, mungkin banyak yang mau ke sana kali. Di airport cuma berhasil tidur sejam, di pesawat ga bisa tidur sama sekali, karena ketakutan haha. Norak ya gue, ngaku2 traveler, tapi naik pesawat nervous berat hahaha.

Hari ke-2: Athena-Santorini (Fira, Oia)

Kita pun sampai di Santorini pukul 6 pagi. Kita langsung naik bus dari airport menuju Fira, hostel tempat kita menginap. Bisnya cuma 1.7 Euro, memakan waktu hanya 10 menit. Bis ini persis kaya di Indonesia, ada keneknya yang mintain duit ke penumpang satu-satu. Kesan pertama sampe di Yunani, rasanya beda sama Prancis dan negara Eropa lain. Keliatan, negara ini belum semaju itu, ya maklum, Yunani itu paling rendah GDP-nya di Uni Eropa, mana kemarin habis bangkrut ini negara. Kadang gue suka bilang “Eropa miskin” hehehe. Tapi kalo negara miskin justru malah menguntungkan buat traveler kere kaya gue, apa-apa murah haha.

Habis dari terminal bus Fira, kita langsung jalan kaki ke hostel, namanya Fira Backpacker. Hostel ini letaknya strategis banget, cuma 5 menit jalan kaki dari halte bus Fira. Dan ternyata terminal bus Fira ini adalah pusatnya bus2 berkumpul, jadi mau naik bus ke mana aja di Santorini, musti lewat Fira. O iya, FYI, Santorini itu nama pulau, bukan nama kota. Kota paling gedenya adalah Fira. Nah kalo kota yang suka di foto2 itu namanya Oia.

Sampai di Hostel Fira Backpacker, kita nitipin tas ransel di sana. Terus kita sempet tidur gitu dua jam di ruang tengahnya, karena belum bisa check ini, masih kepagian. Tapi mayanlah bisa tidur sebentar. Hostel ini paling murah di Santorini, harganya 15 Euro. Well, sebenernya ada sih hostel yang lebih murah, sekitar 7 Euro, tapi letaknya di Perissa dan itu jauh gitu kemana2 aksesnya. Itu gue dapet 15 Euro buat malam pertama, buat malam kedua jadi 19 Euro, kayanya gara2 weekend. Ada juga kan hostel murah di Santorini? Ga perlu deh nginep di resort2 mahal hahha.

Sekitar jam 10 pagi kita berangkat ke Oia, rasanya udah ga sabar liat kota yang di gambar2 itu. Kita naik bus selama 30 menit dari Fira ke Oia (1.7 Euro). Pemandangan sepanjang jalannya cantik luar biasa, sebelah kanan langsung laut Aegean yang biruuuuu banget! Sampai di Oia, kita langsung jalan mengikuti kemana kaki melangkah. Oia itu kotanya beneran cantiiiiiik banget. Lebih cantik daripada di foto. Gue amaze sendiri gitu bisa menjejakkan kaki di situ. Jalanannya itu dari marbel warna putih, dinding2 bangunan kebanyakan warna putih bersih. O la la. Cantikkkkk banget! Tujuan kita ke Oia adalah mencari 3 dome biru yang ada di foto2. Agak susah loh nyarinya, belum ditambah penyakit gue saat jalan2 kambuh, sakit perut! Huh, ampun dah, ini sakit perut ga bisa tunggu ntar pas gue pulang ke rumah aja apa ya.

Webp.net-resizeimage-17

This place is just too good to be true ❤ ❤

Webp.net-resizeimage-4

Now I have one more favorite destination.

Webp.net-resizeimage-2

Those 3 picturesque blue domes ❤

Webp.net-resizeimage-5

The sea is just sooooo blue!

Webp.net-resizeimage-3

Setiap sudut kota ini bener-bener cantik ❤

Sekitar jam 5 sore, kita balik dari Oia menuju Fira. Karena kita belum tidur cukup semalem, jadi pengen cepet2 balik dan tidur aja di hostel. Bis menuju Fira kali itu bener2 ramai. Kita sampai berdiri di tangga bagian bawah, deket sama pintu tengah. Asli itu ga enak banget, jadi kan emang kontur jalanannya berkelok-kelok, rasanya pusing banget ditambah kita ga bisa liat apa-apa, karena di bawah. Jendelanya ga keliatan.

Sesampainya di hostel, kita langsung check in dan tidur! Itu baru jam 6 sore tapi gue sudah terlelap kecapekan, jam 11 malam pun gue bangun sebentar sekitar sejam, lalu tidur lagi sampai keesokan harinya. Oh, malam yang indah.

Hari ke-3: Red Beach dan Sunset di Oia

Hari ini kita bangun jam 9! Hahaha. Setelah puas tidur semalaman, gue pun mandi, lalu makan siang pizza bekas kemarin hahaha. Setelah itu kita berangkat ke Red Beach! Tentunya naik bus dari Fira. Enak deh tinggal di Fira, akses kemana2 mudah. Seandainya kita tinggal di Oia, kita musti ke Fira dulu baru bisa ke tempat2 lain. Hahhaa. *gaya lu cun, kaga mampu juga tinggal di Oia hahaha* Bis dari Fira ke Red Beach memakan waktu sekitar 30 menit dengan harga 2.2 Euro (ga tau gue kenapa yang ini lebih mahal).

Di Red Beach, kita diturunin di dekat situs purbakala Akrotiri, dari situ kita musti jalan kaki ke Red Beach. Perjalanan dari situ sampai ke Red Beach kira2 30 menit jalan kaki. Di ujung, medannya agak curam, karena isinya batu-batu semua. Musti ati2 pas di sini. Red Beach ini bentuknya lebih ke tebing daripada pantai, tebingnya itu yang warnanya merah. Ada pantai, tapi pasirnya sedikit dan kurang nyaman buat leyeh-leyeh. Tapi lautnya bener2 bagus, warna biru tua dan di tengah2nya ada gradasi biru muda. Cakep deh!

Webp.net-resizeimage-6

Red beach. Di samping kanan keliatan batu-batunya yang berwarna merah.

Webp.net-resizeimage-8

Tampak dekat.

Habis itu kita melanjutkan perjalanan ke Akrotiri, situs purbakala yang letaknya di deket tempat bis. Karena kita adalah pelajar Uni Eropa, maka masuk ke dalam sini gratis. Nah, curangnya adalah, di loket itu ga ditulis kalo buat pelajar Uni Eropa gratis, jadi kalo lo ga tau, lo pasti bakal ngira lo bayar. Untungnya gue udah sempet dikasi tau temen, jadi tau kalo itu gratis. Hoho.

Di Akrotiri ini ada peninggalan bangunan Yunani jaman dulu yang udah tinggal sisa-sisanya. Sisa-sisa bangunan ini ada di dalam satu ruangan, jadi dia ga outdoor. Gue udah bayangin aja dia bakal outdoor kaya di Pompeii (Italia) taunya ga. Indoor dan menurut gue ga gede-gede amat.

Webp.net-resizeimage-7

Tiket gratis masuk Akrotiri.

Habis itu kita duduk-duduk di luar sambil menunggu bis datang. Lanjut dari sini, kita bakal balik ke Oia lagi untuk melihat sunset. Kita musti naik bis dulu ke Fira, untuk kemudian ke Oia. Sampai di Oia jam 6 malam, kita makan dulu di restoran murah no 1 di Trip Advisor bernama Pito Gyros. Pito Gyros ini letaknya deket sama tempat turun bis di Oia dan di belakang sekolahan (met nyari deh, di sana kaga ada nama jalannya haha). Di sini gue makan Pork Gyros (Gyros itu kaya sejenis pita tapi kecil) seharga 3 Euro sudah termasuk French Fries. Di Yunani, kalo mau ngirit, bisa beli gyros atau souvlaki seharga 2-3 Euro. Bahkan di restoran gede pun kadang suka jual gyros seharga 3 Euro loh. Porsinya emang ga gede2 amat, tapi cukup buat gue. Dan ada macem2, ga cuma babi, tapi ada yang ayam juga. Pito Gyros ini bener2 enak. Recommended banget dah! :DD

Habis itu kita turun ke bawah tebing, ceritanya mau liat teluk bernama Amoudi Bay. Tapi baru 30 menit jalan kita menyudahi perjalanan itu, karena kecapekan, keliatannya pantainya biasa aja dan kita musti ngejar sunset di Oia Castle. Oke lah, langsung kita meluncur ke Oia Castle tempat orang-orang pada nunggu sunset. Kita sampai di Oia Castle jam 19.30, padahal sunsetnya baru jam 20.30. Omg, di situ udah penuh sesak orang yang nunggu sunset, dan di situ dingin bangeeet, angin lagi kenceng2nya. Akhirnya terpaksa kedinginan sejam sambil nunggu sunset, untung akhirnya dapet duduk.

Webp.net-resizeimage-10

Kumpulan orang-orang yang menunggu sunset. Ini masih sebagian kecil.

Webp.net-resizeimage-9

Sunset in Oia Castle ❤

Habis itu kita pun pulang ke Fira. Menikmati malam terakhir di Santorini *rrrr supposed-to-be*.

Hari ke-4: Perissa Beach

Di Santorini, selain ada Red Beach, ada juga yang namanya Black Beach. Black Beach itu ada 2, satu namanya Perissa, satu namanya Kamari. Gue memutuskan ke Perissa, karena tempatnya lebih populer di kalangan travel blogger. Tadinya pengen ke dua-duanya, tapi setelah diliat-liat sama aja. Jadi dah pilih salah satu. Perjalanan dari Fira ke Perissa memakan waktu setengah jam dengan bis (2.2 Euro)

Perissa ini bener2 pantai guede banget, buat leyeh2 dan berenang. Beda sama Oia yang emang tempat turistik banget dan juga beda sama Red Beach yang bertebing-tebing. Ini pantainya landai, ya kaya pantai2 di Bali gitu, cuma warnanya item. Ga item2 banget lah, abu-abu tua. Gue sama Anin pun memutuskan untuk menikmati waktu hari ini, leyeh-leyeh di pantai seharian. Kita pun duduk di payung, lalu mesen makan (kali-kali makan yang agak mahalan dikit -padahal mah ga mahal juga, dibagi dua sama Anin hahaha). Gile leyeh2 ini rasanya kaya lagi di Gili Trawangan, well, lautnya bagusan Gili sih, tapi suasananya mirip2. Dan ga rame juga kaya di Bali.

Webp.net-resizeimage-11

Leyeh-leyeh di Gili Trawangan eh.. Black Beach.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore dan kamipun cabut dari nikmatnya udara pantai. Kami berencana menjelajah kota Fira sebelum berangkat ke bandara jam 10 buat naik pesawat ke Athena. Fira ini ternyata cantik juga, dia punya tempat di mana kita bisa liat bangunan putih berjejer mirip kaya di Oia. Kece deh! Untung kita sempet2in ke sini. Selain itu di Fira juga ada cable car buat turun ke tebing dan melihat teluk di bawah. Tapi karena budget gue terbatas, jadilah gue ga naik cable car. Gue pikir juga teluknya bakal sama aja kaya yang di Oia.

Webp.net-resizeimage-15

Cakepnya si Fira.

Puas menjelajah Fira, kita pulang ke hostel untuk nge-charge, ngambil tas lalu ke airport naik bis. Malem itu rasanya dingiiiiiiin banget. Dan gila-nya, airport Santorini itu kecil banget (kaya airport di Papua!) dan turis yang dateng banyak banget. Jadilah kita ngantri check in sampe luar2, astajimmm! Mana gue kebelet pipis, mati lah gue. Setelah nunggu di luar sejam, gue ga tahan lagi, akhirnya gue minta ijin ke wc sama petugasnya, eh ternyata dibolehin, yaaa tau gitu dari tadi aja. Gubrak. Dan ternyata juga, sebenernya karena kita udah online check-in dan ga punya bagasi, kita bisa langsung masuk tanpa ngantri di luar kaya gitu. Huff. Akhirnya kita udah masuk, duduk ngemper di bawah, karena tempat duduk udah penuh dan bandaranya sesak!

Waktu menunjukkan pukul 00.30, seharusnya kita sudah boarding di pesawat Ryan Air menuju ke Athena. Muka orang-orang udah mulai gelisah. Jam 01.00, belum ada tanda apa-apa. Jam 01.30 terdengar pengumuman yang kira-kira isinya begini “Pesawat Ryan Air menuju Athena dicancel dan dimundurkan jadi besok malam jam 02.30 karena cuaca buruk”. WHAT THE F*CK? Omg jinx apa lagi ini, Tuhan. Gue kira perjalanan kali ini bakal lancar2 aja tapi ternyata ada kesialan. Gue kira jinx gue saat traveling udah berenti (buat kalian yang suka baca blog ini pasti tau travel gue penuh dengan jinx hahaha), ini malah muncul lagi saat di Yunani. Gue udah pasrah, mau nangis ga bisa, udah pasrah lah. Terus tiba2 ada penumpang yang nanya gini ke pihak Ryan Air “Ini bakal dikasih akomodasi ga kita?”. Baru deh, pihak Ryan Air-nya bilang iya, terus disuruh ngantri buat dikasih hotel. Omg, kalo tadi ga ada yang nanya si Ryan Air ga bakal bilang kalo kita dapet akomodasi. Dia bakal ngebiarin kita luntang lantung. Maskapai macam apa ini grrrrh. Tapi yaudahlah, untung akhirnya dapet akomodasi. Sebenernya diantara kesialan ini, kita masih cukup beruntung, karena kita ga punya flight sambungan di Athena. Banyak orang yang punya flight sambungan dari Athena dan kalo flightnya itu bukan Ryan Air, tiket mereka bakal hangus, belum lagi orang-orang yang musti kerja karena keesokan harinya itu Senin.

Kita pun dapet akomodasi di hotel bernama Kalma, kita disediain shuttle bus buat ke hotel itu. Hotelnya sih, liat di google, bintang tiga. Alhamdullilah. Ngerasain juga akhirnya nginep di hotel yang nyaman hahah. Backpacker naik pangkat. Yah walopun kalo boleh milih gue tetep milih flight ke Athena saat itu sih, biar jatah jalan2 gue di Athena ga berkurang.

Hari ke-5: TIDUR SEHARIAN

Berhubung kita baru sampe hotel jam 3 malam, jadilah kita baru bangun jam 10 pagi. Gue pun langsung sarapan, muter liat2 hotel, terus tidur lagi hahaha. Sampe sekitar jam 4 gue bangun. Terus kita mandi dan cari makan malam di luar. Ketemu lah dengan restoran yang menjual gyros persis di depan hotel hahah langsung cus. Makanan murah favoritku. Habis itu kita ke supermarket bentar, terus leyeh2 lagi di depan kolam renang hotel.

Webp.net-resizeimage-12

Penampakan Hotel Kalma. Bagus ya! Sayang, letaknya ga di pinggir pantai.

Webp.net-resizeimage-14

Gyros, makanan favorit backpacker. Dia kaya kebab tapi dalemnya ada french friesnya. Harga around 2-3 Euro.

Jam 10 malam kita dijemput dengan Shuttle Bus menuju ke bandara. Kali ini udah tau triknya, jadi gausah ngantri lagi di luar. Tapi tetep aja di dalem pake drama, yang musti ngeprint tiket lagi lah, pindah pindah konter lah, sampe akhirnya bisa masuk ke ruang tunggu beneran. Hati ini belum selesai deg-degan sampe naik pesawat. Masih takut bakal dicancel lagi. Gimana kalo dicancel lagi coba? Gw pengen meninggalkan Santorini! Hiks.

Alhamdullilah, malam itu kita berhasil terbang, penumpang pun jauh berkurang dari malam sebelumnya. Kayanya banyak yang udah berangkat duluan. Perjalanan dari Santorini ke Athena itu cuma setengah jam, tapi itu berasa jadi setengah jam terlama dalam hidup gue. You know what? Sepanjang jalan turbulence lumayan parah, dan cuacanya itu lagi ujan, di kejauhan keliatan kilat-kilat. Sumpah, itu ngeri banget. Gue sama Anin berdoa sepanjang jalan, kita udah takut ga nyampe Athena dengan selamat. Ngeri banget. Kayanya ini perjalanan pesawat paling ngeri sepanjang hidup gw. Tapi Puji Tuhan, kita bisa sampai Athena dengan selamat. Omg, nangis rasanya pas landing, bersyukur banget.. Akhirnya sampai juga di kota bernama Athena, setelah banyak cobaan menuju ke sini.

Webp.net-resizeimage-16

Finally.. Bye Santorini! Such an amazing place to see! ❤

Advertisements

One thought on “Keliling Santorini dengan Budget Backpacker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s