Belitung, Negeri Laskar Pelangi

Jumpa lagi, jumpa Maissy kembali! Hahahhaha. Yak, semuanya kita berjumpa lagi di blog post baru gue. Setelah sibuk dengan urusan ini itu, akhirnya gue sempat ngeblog lagi. Eh sekarang ngepostnya udah dari benua lain loh hihihi. Tapi nanti dulu ya ceritanya soal benua baru gue ini, sekarang saatnya mencicil utang post yang belum kesampean. Post kali ini tentang BELITUNG! Yeheeeeey another bucket list accomplished! Dari dulu gue udah pingin banget ke Belitung tapi belum kesampean. Akhirnya kesampean juga ke sini bersama keluarga tercinta pas libur Lebaran!

So here is the story!

Day 1 : 17 Juli 2015

Di hari pertama Lebaran ini gue harus bangun jam 3 pagi, setelah tidur Cuma 3 jam malemnya. Gue sama papa mama cito akan pergi ke Belitung dengan pesawat Citilink jam 6 pagi. Actually masih lama sebenernya, tapi nyokap memaksa buat pergi dari setengah 4. O my gosh, zombie mode on!

Setelah perjalanan selama 1 jam, kami sampai di Bandara Hanandjuddin Tanjung Pandan. Kita pun menunggu bapak supir selama 1 jam karena beliau sholat Ied dulu. Jam 8 ketemu Pak Harris, kita pun langsung cus ke perhentian pertama, Danau Tambang Kaolin!

Danau ini tadinya bekas tambang kaolin, warnanya biru muda cuakepppp banget! Berasa bukan kaya di Indonesia deh. Langsung aja cus terpana sama foto-fotonya!

belitung belitung IMG_1190

Perhentian kedua adalah rumah adat Belitung. Sayang cuma bisa foto-foto di luar, soalnya masih tutup.

IMG_1202

Habis itu kita pergi mencari makan siang, karena Lebaran, semua rumah makan pun tutup! Kita pun makan di hotel. Beruntung kita dikasi free breakfast yang udah mau habis! Hahahha. Kita menginap di Hotel Bahamas Belitung. Hotel ini mengklaim dirinya hotel bintang 3, tapi menurut gue banyak kekurangannya. Ratingnya juga ga terlalu bagus di Agoda.

Habis makan siang kita ke pantai tempat syuting film Laskar Pelangi, pantai Tanjung Tinggi. Di pantai ini banyak banget batu-batu besar menjulang yang super kece. Warna airnya juga biru muda dengan aksen hitam karena ada karang dan soft coral di bawahnya. Keren menurut gue! Di sini, coincidentally gue ketemu sama temen kampus gue, Nana yang sedang berlibur bersama suami dan anaknya hahahaha. Lagi-lagi ketemu temen pas liburan!

IMG_1219 IMG_1220 IMG_1235 IMG_1309

Waktu masih menunjukkan pukul 1 siang, kami pun memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat. Kemudian melanjutkan bepergian pada pukul 4 sore. Mayan lah, recharge energy dengan siesta! Tidur siang!

Pukul setengah 5, setelah dijemput pak Harris, kita ke pantai Tanjung Pendam. Sebenernya hotel kita ngadep ke arah pantai ini, tapi ga bisa dibuat main pasir. Pantai ini bentuknya… biasa aja. Hahahahha. Dibanding dengan 2 keajaiban alam sebelumnya, ini pantai biasa aja. Gue pun yang bosan ngeliat sunset ga turun-turun memutuskan meninggalkan lokasi untuk makan malam. Restoran belum pada buka, jadilah kita memutuskan makan di restoran fast food kesukaan kita semua, KFC! Hahahhahaha. Jauh jauh ke Belitong makannya KFC. Habis itu kita pulang lagi ke hotel.

Day 2: 18 Juli 2015

Hari ini adalah harinya island hopping! Yeheeeeey! Ketemu laut lagi setelah sekian lama *padahal baru 2 bulan*. Salahnya adalah kita sekeluarga ga ada yang bawa sunblock. Nyari di Belitung mart juga ga ada. Yaudahlah pasrah aja gosong! Kita juga mencoba mencari makanan untuk dibawa ke pulau untuk makan siang, hasilnya nihil! Resto belum pada buka, jadilah kita beli roti dan camilan saja.

Sekapal isinya Cuma ber-6! Gue sekeluarga, Pak Harris sama awak kapalnya! Hahahhha. Buat gue yang biasa ikut open trip, rasanya agak beda. Berasa private sekaligus berasa sepi.

Perhentian pertama adalah Pulau Pasir. Oke, gue ketemu lagi dengan pulau model begini. Pulau pasir ini disebut juga gusung, yang bakal tenggelam kalo air sudah pasang. Buat yang pernah baca postingan gue di Derawan dan Pulau Harapan, di sana juga ada pulau model begini. Bedanya, di Belitung banyak bintang lautnya! Hihi. Mainlah kita sama Patrick!

IMG_1378

Perhentian kedua adalah snorkeling di dekat Pulau Lengkuas. Snorkeling di sini bawah lautnya mayan, ada karang berbentuk kipas dan banyak karang lainnya. Oke lah, cukup bagus. Puas snorkeling kita ke Pulau Lengkuas, yang sudah ditunggu-tunggu.

Di sini kita bisa naik mercusuar 18 lantai untuk melihat pemandangan yang luar biasa! Mercusuar ini sepertinya lagi direnovasi, beruntung kita masih boleh naik pas jam makan siang. Masuknya sendiri membayar 5000. Tangganya terbuat dari besi dan agak nyeremin karena di bbrp bagian anak tangganya udah ga ada. Pas turun lebih ga enak lagi, besi itu kena ke kaki bagian belakang dan bikin baret-baret 😦 Tapi never mind lah, pemandangan di atas luar biasa indahnya! Speeeeeeechlesss booo!

IMG_1409 IMG_1430 IMG_1432

Di belakang mercusuar ada semacam museum yang menjelaskan tentang pulau Lengkuas. Sepertinya juga lagi direnovasi, karena masih acak adut banget. Gue turun tangga mercusuar agak buru-buru, karena laper banget! Gue pun langsung menuju ke tempat penjualan makanan dan beli indomie goreng 2 biji pake telor hahahhaha. Orang-orang di sekitar gue pada geleng geleng gue makan sebanyak itu. Ya habis daripada kelaperan kan, ga ada nasi juga gitu.

Perhentian selanjutnya adalah Pulau Babi kecil. Pulaunya kecil, ga sebesar babi besar (iyalah). Warna lautnya pun masih menawan dengan gradasi warna biru tua dan biru muda. Banyak batu-batu besar yang bisa dibuat foto-foto ataupun merenung. Duh, gue suka banget merenung sambil liatin laut.

IMG_1500

Perhentian terakhir adalah Pulau Batu Berlayar. Pulaunya sendiri kecil, sekecil pulau pasir, tapi dia ga bisa tenggelam. Di pulau ini banyak batu-batu vertical yang ciamik. Setelah di Belitung 2 hari, gue melihat banyak banget batu di pulau ini, yang membuat cantik Belitung. Mungkin harusnya Belitung diberi julukan Kepulauan Batu *ngasal*.

IMG_1517

Selesai island hopping pukul 3 (cepet banget yak!), kamipun makan di kumpulan tempat makan seafood dan memilih sebuah restoran yang bernama Cinta Kasih *mungkin namanya cocok untuk tempat memadu kasih?*. Di sini kita nyobain ikan khas Belitung namanya Gangan. Ikan ini menggunakan kuah santan, mirip-mirip gulai gtu. Rasanya? Pedas pedas nikmat! Makanan yang lain juga ga kalah enak, dari ikan, udang, cumi sampai kangkung. Sangking kebanyakan mesennya, jadilah ga abis dan dibungkus bawa pulang. Perjalanan pulang sore itu terasa cepat. Kami sempat mampir ke kuliner khas Belitung macam Mie Atep dan Timpo Duluk tapi masih tutup. YAAAAA!

Day 3: 19 Juli 2015

Hari ini kita akan bepetualang ke Belitung Timur. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 1 jam. Hari ini buanyak banget tempat wisata yang kita kunjungin, langsung aja ya gue list tempat-tempat mana aja yang kita datengin. Cus!

  1. Batu mentas

Ke tempat ini karena liat foto temen gue yang ke sana. Sebenernya tempatnya biasa aja sih, ada kali yang di atasnya ada ayunan batu jadi asik buat foto-foto. Selain itu di sini juga dipelihara hewan sejenis kelelawar. Ada juga rumah kayu buat tempat nginep. Siapa tau kan ada yang merasa tertantang nginep dalam hutan.. O iya, tiket masuknya Rp 10.000,-

IMG_1555

  1. SD Laskar Pelangi

Belitung terkenal karena syuting film Laskar Pelangi. So, yang ke Belitung pasti pengen liat tempat ini donggg. SD-nya sendiri kecil, dan sayangnya banyak coret-coretan di dinding oleh orang orang tak bertanggung jawab. SD ini dikelilingi oleh pasir. Dan pas kemarin ke sana panasnya naujubilah tuh pasir, soalnya mataharinya bener-bener menyengat. Rasanya pengen cepat-cepat keluar dari pasir itu..

IMG_1585 IMG_1582

  1. Museum Kata Andrea Hirata

Di depan museum ini tertulis, “Museum sastra pertama di Indonesia”. Tentunya gue sebagai anak sastra penasaran dong pengen cepet-cepet masuk ke dalamnya hahaha. Museum kata ini isinya sebenernya campur aduk. Ada pengenalan tentang buku Laskar Pelangi, terjemahannya dalam berbagai Bahasa, terus ada juga quotes dari sastrawan terkemuka dunia. Selain itu juga banyak profil sastrawan di seluruh dunia. Yang bikin seneng dari museum ini adalah warnanya yang colorful banget! Cocok buat tempat foto-foto hahahahha.

IMG_1615

Laskar pelangi dalam berbagai bahasa

IMG_1609

In french!

IMG_1623 IMG_1634

  1. Rumah Ahok

Di dekat museum kata ada rumah mantan bupati Belitung Timur yang satu ini. Sekarang rumahnya dijadikan rumah dinas adiknya yang juga menjabat bupati saat ini, Basuri Tjahaja Purnama. Pas ke sana, pintu rumahnya kebuka lebar, pokoknya kesannya welcome bgt deh sama para penduduk yang mau bertamu. Gue jadi mikir, emangnya dia ga mau privacy apa ya. Hahahha. Pas ke sana Ahok juga lagi datang, pas banget. Di sebelah rumahnya ada toko kecil kepunyaan istri Ahok. Tokonya menyediakan berbagai macam souvenir khas Belitung. Di depan rumah Ahok ada sebuah tempat yang disebut Kampung Ahok.

IMG_1636 IMG_1641

  1. Bukit Samak

Dari bukit ini kita bisa melihat kota Belitung dari atas.

IMG_1647

  1. Restoran Sari Dini dan Warkop Milenium

Yang ini pastinya bukan tempat wisata, namanya juga restoran. Kita makan di resto ini yang menghidangkan berbagai makanan khas laut. Rasanya.. biasa aja hahahha. Setelah itu kita ngupi2 nyobain Kopi Belitung di Warkop Milenium. Ini baru maknyus!

  1. Wihara Dewi Kwan Im

Wihara ini cukup besar, dengan dominasi warna merah dan kuning yang menyala. Tempatnya cukup bagus dan di sana bisa diramal. Gue sih ga nyobain..

IMG_1655

  1. Pantai Burung Mandi

Harga tiket masuk ke pantai ini adalah 5000 per orang. Pantainya sendiri biasa banget, tapi ada perahu Belitung yang cukup unik.

IMG_1703

  1. Open Pit

Ini dia tempat yang jarang ada itinerary trip-trip. Padahal tmpnya bagus loh! Open pit ini adalah bekas pertambangan. Warnanya biru tosca dengan tanah di sekelilingnya. Untuk mencapai tempat ini harus menanjak sekitar 20 menit. Kalo males, bisa juga naik ojek.

Di sini kita bisa menyewa guide untuk menunjukkan jalan dengan merogoh kocek 50.000. Sebenernya ga perlu perlu amat sih guide. Cuma karena bapak supir sudah bertitah jadi ya kita ikutin aja.

IMG_1725

  1. Beli oleh-oleh

Kita sempet mampir ke toko Gamat untuk beli kaos khas Belitung. Di dekat situ juga ada toko oleh-oleh makanan.

Overall, menurut gue Belitung cocok untuk jadi tempat wisata keluarga. Kemana-mana deket dan bisa dijangkau dengan mobil. Tidak terlalu banyak island hopping (cuma sehari), jadi ga terlalu cape buat orang tua atau anak kecil. Kalo disuruh membandingkan, gue lebih suka Derawan atau Komodo. Tapi tiap tempat memang memiliki keunikannya tersendiri..

Notes:

Rincian biaya akomodasi dan transportasi

Mobil: 800.000 per hari (kalo ga high season bisa 600.000)

Boat: 700.000 per hari (kalo ga high season 500.000)

Snorkel: 40.000

Pelampung: 40.000

Hotel Bahamas: 1.000.000 per hari (kamar bisa diisi 3 orang)

Gue nyewa mobil dengan supirnya Pak Harris, orangnya asik banget, cepat tanggap, bahkan sampe ngebantu hidangin makanan ke kita karena pelayannya lama. Pokoknya SANGAT MEMUASKAN. No telpnya: 081282038811 (kalo ke Pak Harris langsung harganya bisa lebih murah, kemaren gue lewat temennya jadi agak mahal).

Advertisements

Things to do in Seoul

Dulu waktu gue masih kuliah, gue sering diajak nyokap dinas ke luar negeri. Dia sih kerja, gue keluyuran aja sendiri muter-muter kota tempat dia kerja. Salah satu kota yang pernah gue jelajahin sendirian adalah Seoul, ibukota Korea Selatan. Waktu itu gue di sana selama 5 hari. Lama banget. Dulu gue belum tahu destinasi perjalanan yang seru-seru, kalo gue udah tau mungkin gue bakal keluyuran ke Pulau Nami atau Mount Sorak. Berhubung gue ngikut mak gue aja, jadilah gue di Seoul sampe mati gaya dan udah apal jalan-jalannya. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan di Seoul:

1. Berkunjung ke Gyeongbokgung Palace

Istana yang suka ada di pilem pilem Korea ini adalah salah satu istana utama pada jamannya Raja Joseon. Dulunya istana ini adalah tempat tinggal sekaligus tempat untuk menjalankan pemerintahan. Pas gue ke sana gue liat prajurit prajurit Korea gitu lagi baris berbaris. Hihiy!

2. Foto-foto sama bunga Sakura pas musim semi

Berhubung di Indonesia ga ada musim semi, makanya kita norak ya foto-foto sama bunga sakura pas musim semi. Pas banget gue ke sininya bulan April. Kalo yang pada pengen liat Sakura bisa ke Korea (atau Jepang) pas bulan-bulan ini.

3. Naik bis Hop On Hop Off

Bis Hop On Hop Off adalah bis yang bisa digunakan muter-muter kota dan lo bisa turun naik sesuka hati di tempat-tempat populer yang ada halte bis ini. Kalo lo cuma punya waktu sehari, disaranin naik bis ini buat melihat Seoul secara keseluruhan. Di bis ini gue ngobrol sama seorang bule yang lagi business trip. Mayan lah jadi ketemu temen baru kan 🙂

4. Belanja

Di Seoul banyak banget pusat perbelanjaan kaya Dongdaemun, Namdaemun ataupun Myeong Dong. Harga yang ditawarkan pun bervariasi dari yang murah sampai mahal. Kita juga bisa nemuin pernak-pernik Korea di pusat perbelanjaan tersebut.


5. Melihat Seoul dari atas di Seoul Tower

Memori yang gue inget waktu mau menuju Seoul Tower adalah banyak orang pacaran. Hahhaha. Berhubung gue sendirian ya, cuma bisa gigit jari aja hahahaha. Habis itu gue masuk dan naik ke atas untuk melihat kota Seoul dari atas.

6. Main ke Yeouido Park

Waktu itu karena gue udah bosen sama pemandangan kota, gue main aja ke salah satu taman yang ada di Seoul, namanya Yeouido Park. Mata lumayan dimanjakan oleh yang ijo-ijo. Sayang waktu gue ke sini hari udah agak gelap.

7. Main di Lotte World

Lotte World ini mirip banget sama Disneyland. Katanya sih, Lotte World ini adalah theme park indoor terbesar di dunia. Seru sih main di sana, banyak mainan ekstrem yang ga berani gue naikin. Kalo udah sore, kita bisa liat parade juga. Tapi gue berasa kesepian ke taman bermain sendirian. Semua orang bareng sama temen-temennya, ketawa-ketawa, gue mau nyari kenalan juga ga mungkin SKSD sama satu grup ABG gtu. Hahahhaa.

8. Jalan kaki muterin Seoul

Kota seoul itu nyaman dan bersih banget. First impression gue bener-bener bagus sama ini kota. Kemana-mana jalan kaki juga bisa dan lo bisa nemuin berbagai hal yang unik, lucu dan bagus di kota ini. Jadi, kalo bingung mau kemana, ya udah jalan aja kemana kaki melangkah. Hahaha.

First time going abroad? Try Bangkok!

Habis dari Phuket (foto-fotonya bisa diintip di sini), gue pun ke Bangkok. Waktu itu gue sampai di Bangkok di hari terakhir di tahun 2011. So, gue bakal ngerayain tahun baru di sini. Bangkok sendiri kotanya menyenangkan, banyak kuil-kuil cantik dan harga barang/makanan di sini relatif murah. Gue ngerekomendasiin kota ini buat yang pengen nyobain ke luar negeri pertama kali dengan budget murah. Gue sendiri lebih prefer Bangkok daripada Singapore atau Kuala Lumpur. Waktu pas gue dateng, cuacanya panas banget. Meleleh!

GRAND PALACE

Tempat ini adalah tempat paling populer di Bangkok. Kalo googling Bangkok pasti yang paling pertama keluar adalah Grand Palace. Grand palace adalah komplek istana kerajaan yang juga menjadi tempat tinggal raja di masa lampau. Sekarang, Grand Palace masih digunakan untuk beberapa acara kerajaan. Untuk masuk ke sini, tidak diperkenankan menggunakan baju minim. Waktu itu gue pake celana pendek, disuruh ganti kain. Di sana disediain kain buat para wisatawan yang menggunakan kostum yang kurang sesuai.

CHAO PHRAYA RIVER

Di buku geografi, tempat ini terkenal banget hahahha. Sungai besar yang melintasi dan mengairi kota Bangkok. Di sungai ini kita bisa melihat Wat Arun, Grand Palace dan tempat-tempat terkenal lain di Bangkok. Jujur, sungai ini di bawah ekspektasi gue. Gue mengharapkan sungai yang bagus dan bersih. Tapi ternyata airnya agak coklat dan biasa banget hahhaha. Gue naik perahu yang melintasi sungai Chao Phraya. Kita mengarungi sungai sampai ke ujungnya dan sempat turun untuk melihat sebuah pasar kecil. Sayang, pas ke sana udah kesorean jadi cuma liat 1 perahu floating market.

BANGKOK AT NIGHT

Menjelang malam, gue muterin Bangkok, dari Chatuchak Weekend Market, trus keliling-keliling mall macam MBK dan Siam Discovery. Barang-barang di sini mayan murah si, ya ga beda jauh lah sama Jakarta. Hahahha.

NEW YEAR EVE AT CENTRAL WORLD

Setelah bertanya-tanya di mana tempat ngerayain malam tahun baru yang paling populer di Bangkok, kami menemukan Central World. Tempat ini rameeeee banget, bahkan jalan ke sananya aja crowded. Hahah. Ya wajarlah, tahun baru! 😀

WAT PHO

Wat Pho ini disebut juga Temple of Reclining Buddha. Sesuai namanya, di sini ada patung Buddha Tidur guedee banget berwarna emas. Banyak bgt yang mau foto sama patung ini, tapi rada susah, secara panjangnya 43 meter. Jadi susah buat foto sama keseluruhan patung. Katanya, di kuil ini juga tempat lahirnya Thai Massage yang terkenal itu.

Perjalanan gue di Bangkok pun berakhir. Suatu hari, gue pengen ngejelajahin kota-kota lain di Thailand, kaya Chiang Mai, Chiang Rai, Lopburi, dan lain sebagainya 😀

#DibuangSayang: Phuket, 2011

Sebelum gue punya blog ini, banyak tempat indah yang sudah gue jelajahi, sayangnya kisahnya tidak terekam dalam bentuk tulisan. Yang tersisa hanyalah kenangan dan foto. Daripada fotonya dibuang dan ditelantarkan begitu saja, mending gue jadiin postingan. Hahhaha. Untuk itulah postingan gue yang berupa foto dulu-dulu gue kasih hashtag #DibuangSayang.

Kali ini gue akan menampilkan foto gue waktu ke Thailand, akhir tahun 2011. Waktu itu gue liburan akhir tahun bersama keluarga, kami ke 2 tempat yaitu Phuket dan Bangkok. Here are some pics in Phuket!

IMG_0945

i forgot the beach name but it’s so crowded!

IMG_0991

the beautiful sunset

IMG_1020

the flying lantern

Gue ke Phi Phi Island waktu ke Phuket, kita ikut one day tour. Sayangnya saat itu bener-bener pas high season dan ruame banget sama turis, kapalnya mau menepi aja susah bgt. Bikin ilfeel deh pokoknya. Tapi pemandangannya emang bagus banget.

On the way to Phi Phi Island

On the way to Phi Phi Island

IMG_1047

Cakep ya!

IMG_1051

Banyak gundukan karst kaya di Raja Ampat

IMG_1054

Snorkeling with papa

IMG_1063

Me!

IMG_1088

The beautiful Phi Phi

IMG_1099

😀

IMG_1103

Clear waters

IMG_1147

another beach in Phuket

Habis dari Phuket, kita ke Bangkok!