67 Hari Keliling Asia Tenggara: Siem Reap (Angkor Wat)

Halo semuanya! Kembali lagi dengan post jalan-jalan keliling Asia Tenggara tahun lalu. Setelah jalan-jalan di ibukota Kamboja, Phnom Penh, gw dan Tichu melanjutkan perjalanan ke kota Siem Reap, tempat dimana terdapat kompleks kuil terkenal: Angkor Wat. Perjalanan dari Phnom Penh ke Siem Reap kami tempuh dengan menggunakan bis Mey Hong seharga 8 USD dengan waktu tempuh 6 jam. Sesampainya di Siem Reap, kami langsung check in di Parent Heritage Angkor Hotel. Kami menginap di hotel ini selama 4 malam dengan harga per malamnya Rp 332.000 sudah termasuk breakfast. Ada cerita unik waktu kami menginap di hotel ini. Jadi kan koper gw roda-nya rusak, karena keseringan ditarik-tarik di jalanan berlubang, terus gw iseng aja tanya sama agen asuransi perjalanan gw, ini bisa dicover asuransi atau ga. Ternyata bisa dong, tapi harus melampirkan surat keterangan dari hotel. Yaudah gw minta owner hotel ini buat bantu gw nulis surat keterangannya. Puji Tuhan, dia mau. Tentu saja sebelumnya gw udah ngobrol-ngobrol dulu sama dia dan emang orangnya friendly, jadi ya gas lah. Lumayan dapet reimbourse-an kerusakan koper hehe. Btw yang mau rekomen asuransi perjalanan oke bisa kontak gw juga ya. Hehe.

Hari 1
Sore menjelang malam kami keluar untuk jalan-jalan di kota Siem Reap. Kami ke salah satu jalanan terkenal yang bernama Pub Street. Di situ banyak bar, restoran dan kehidupan malam. Di dekatnya juga terdapat Old Market, tempat berbelanja suvenir. Setelah minum jus di salah satu kedai di Pub Street, kami makan malam di tempat yang banyak direkomendasikan traveller: Tevy’s Place. Restoran ini dikelola oleh pasangan suami istri Irlandia-Kamboja. Mereka menjual makanan khas Kamboja dan bapaknya (orang Irlandia) ramaaaah bgt, dia ajak ngobrol tamu-tamu restoran termasuk kami. Untuk makanannya rasanya enak, cuma kayanya gw salah pesan. Gw masih penasaran dengan Beef Loc Lac, karena yang kemarin dimakan di Titanic Restaurant rasanya ga seenak yang biasa gw makan di Paris. Yaudahlah ya gw pesan lagi di sini. Ternyata rasanya sama ga enaknya kaya di Titanic Restaurant. Gw mulai berpikir, kayanya emang rasa aslinya kaya gini kali ya. Rasa Beef Loc Lac yang di Paris mungkin sudah dimodif T____T

Kiri: Beef Loc Lac. Kanan: Berpose dengan bapak-bapak Irlandia ramah owner Tevy’s Place.

Hari 2
Hari ini adalah harinya kita menjelajah Angkor Wat! Yeaaaay! Gw penasaran kaya apa sih kompleks kuil populer di Asia Tenggara yang katanya lebih bagus dari Candi Borobudur. Pagi-pagi kami dijemput oleh tur yang sudah kami pesan sebelumnya. Kami memesan tur agar bisa dijemput di hotel dan menggunakan tour guide, dengan harga paket 13 USD. Harga ini belum termasuk harga tiket Angkor Wat yaitu 37 USD. Tiket Angkor Wat sendiri bisa dipesan online. Jika kalian mau berangkat sendiri dari hotel dan tidak membutuhkan tour guide, maka tidak perlu memesan paket 13 USD seperti punya gw. Cuma jujur ya, lebih enak pake tour guide sih, jadi bisa lebih dijelasin sejarah candi-candi yang ada di Angkor Wat.

Angkor Wat. Photo by Tichu.

Angkor Wat sendiri adalah kompleks besar yang terdiri dari beberapa kuil. Tujuan hari ini adalah ke Angkor Wat (kuil yang paling populer), Banteay Kdei, Ta Phrom Temple (kuil tempat syuting film Tomb Raider), Bayon Temple dan Phnom Bakeng Temple. Karena di Kamboja waktu itu lagi panas-panasnya, gw sempet kepanasan dan juga ga kuat jalan. Habis dari Ta Phrom Temple, gw sempet ga ikut turun ke Bayon Temple dan memilih ngadem di mobil. Daripada pingsan ye kan. Dari sekian banyak kuil, yang paling gw suka tentu saja Angkor Wat dan Ta Phrom Temple. Langsung saja kita liat foto-fotonya.

Ini adalah Ta Phrom Temple, terkenal karena menjadi tempat syuting Tomb Raider. Salah satu favoritku!

Sedikit cerita, dulunya kawasan Angkor Wat ini sempat hilang selama 500 tahun dan tertimbun pohon dan tanah. Namun kemudian ditemukan oleh Bangsa Prancis dan dirawat kembali sehingga bisa menjadi warisan UNESCO seperti sekarang. Pada saat itu lah Bangsa Prancis juga mulai menjajah Kamboja.

Bayon Temple, ada yang bisa liat gambar muka di tengah2 candi tersebut?

Menjelang sore, kami menuju ke Phnom Bakeng Temple untuk melihat sunset dari atas. Temple ini memang letaknya di atas bukit, jadi sangat cantik untuk melihat pemandangan ke bawah dan melihat sunset. Ada hal yang gw inget saat mendaki ke atas temple ini, gw ditelpon klien hahaha. Yah begitulah ya nasib jadi digital nomad, lagi mendaki aja telponan sama klien hahaha. Tapi untung deal sih pada saat itu.

Sunset di Phnom Bakeng Temple

Hari 3
Setelah puas menjelajah Angkor Wat kemarin, hari ini kita berjalan-jalan di kota Siem Reap aja. Btw kalo memang kalian Temple Enthusiast, bisa juga membeli 3 days pass untuk keliling semua kuil di Angkor Wat, karena emang kuil-kuilnya sebanyak itu. Kalo ga segitunya sama kuil atau cuma punya waktu dikit di Siem Reap, bisa juga beli 1 day pass seperti gw kemarin.

Hari ini gw kerja dulu di pinggir kolam sampai waktu makan siang. Kemudian kita mencari restoran Malaysia untuk makan siang, rasanya enak dan cocok di lidah kita. Rekomendasi gw kalo mau ke Kamboja tapi pengen makanan yang citarasanya mirip Indonesia, datanglah ke restoran Malaysia. Pasti halal juga.

Kiri: Makan di restoran Malaysia. Kanan: Made in Cambodia Market.

Setelah makan, kita liat-liat ke pasar etnik bernama Made in Cambodia Market. Kemudian kita juga menjelajah beberapa kuil di tengah kota Siem Reap seperti Wat Bo dan Wat Damnak. Selain itu juga ngopi-ngopi cantik di Dialogue Siem Reap. Malamnya kita makan barbecue di pinggir sungai dengan harga yang cukup affordable.

Kiri: Wat Bo. Kanan: Wat Damnak

Hari 4
Hari ini adalah harinya leyeh-leyeh dan bekerja. Hari ini gw seharian di hotel buat bersantai sekaligus menyelesaikan pekerjaan. Sementara Tichu jalan-jalan sendirian di tengah kota. Sore hari-nya kami memesan pijat tradisional Kamboja di kamar hotel. Pijat ini adalah ide dari Tichu, karena gw emang jarang pijat jadi kayanya kalo sendirian juga ga akan mesen pijat hehe. Harganya sendiri adalah 8 USD per orang.

Malamnya, kami menonton pertunjukan sendratari tradisional Kamboja yaitu Apsara Dance di restoran bernama Robam. Di sini kalian bisa makan makanan Kamboja sekaligus menikmati pertunjukannya. Restoran ini terletak di Pub Street jadi mudah untuk ditemukan. Sendratari-nya bagus sih walo ga beda jauh sama yang di Indonesia ya hehe. Pengalaman yang cukup unik, apalagi bisa sambil makan dan juga ditemenin sama Tichu. Lagi-lagi kayanya kalo gw solo traveling ga masuk ke sini juga :))

Kiri: Lagi-lagi makan amok! Kanan: Berpose bersama para penari Apsara Dance.

Malam ini adalah malam terakhir kami di Siem Reap dan juga Kamboja. Sungguh senang apalagi bertepatan dengan International Women’s Day. Kami merayakan wanita dan juga kebebasannya untuk memilih. Seperti kami yang pada saat itu memilih menikmati hidup dengan travelling ke Kamboja. Besok kami akan melanjutkan perjalanan masing-masing. Gw akan melanjutkan trip secara solo ke Thailand dan Tichu akan kembali pulang ke Jakarta.

67 Hari Keliling Asia Tenggara: Itinerary

Halooo semuanya! Akhirnya sempet nulis blog lagi! Kali ini gw mau cerita tentang perjalanan gw 67 hari Keliling Asia Tenggara. Perjalanan terlama gw seumur hidup! Tadinya mau 90 hari, cuma karena 1 dan lain hal akhirnya berhenti di hari ke-67. Haha. Perjalanan ini adalah perjalanan Solo Travelling kecuali di Kamboja, di mana temen gw Tichu ikut ngetrip selama seminggu. Di blog ini gw akan cerita rekap perjalananan gw. Adapun gw keliling ke 4 negara: Vietnam, Kamboja, Thailand dan Laos dengan total 17 kota. Perjalanan ini dimulai di 27 Februari 2024 dan berakhir di 3 Mei 2024 . Di post ini gw hanya akan menulis ringkasan itinerary, beserta harga penginapan dan transportasi. Untuk detail tempat wisata yang gw datengin akan dibuat di beda post, 1 negara 1 post. Langsung aja kita intip rekapnya!

Hari 1: Jakarta-Ho Chi Minh dengan maskapai Vietjet Air (3 jam): Rp 1.181.000.
Hari 1-4: Ho Chi Minh City, Vietnam. Menginap di 9 Hostels & Suites. Harga: Rp 75.000 per malam.
Hari 5: Perjalanan dari Ho Chi Minh ke Phnom Penh, Kamboja dengan bis Kumho Samco. Total perjalanan: 5 jam, harga: Rp 398.000. Semua bis di trip Asia Tenggara ini gw beli di website 12GO.
Hari 5-7: Phnom Penh, Kamboja. Penginapan: White Corner Hotel. Harga: Rp 153.000 per malam (setelah dibagi 2 sama temen)

Bersama teman kuliah S1 (Tichu) & S2 (Vattey – Orang Kamboja) di resto tepi Sungai Mekong, Phnom Penh

Hari 8: Perjalanan dari Phnom Penh ke Siem Reap, Kamboja dengan Mey Hong bus. Total perjalanan: 6 jam, harga: Rp 132.000
Hari 8-11: Siem Reap, Kamboja. Penginapan: Hotel Parent Heritage Angkor. Harga: Rp 332.000 per malam (dibagi 2 sama temen)

Hari 12: Siem Reap-Bangkok dengan Travel Mart Bus (best bus!). Total perjalanan: 9 jam. Harga: Rp 550.000
Hari 12-14: Bangkok dan Ayutthaya. Penginapan: Travelier Hostel, Rp 133.000 per malam.

Hari 15: Perjalanan dari Bangkok ke Chiang Mai, Thailand dengan kereta. Total perjalanan: 10.5 jam. Harga: Rp 416.000.
Hari 16-19: Chiang Mai, Thailand. Penginapan: @Home Hostel. Harga: Rp 99.000 per malam

Hari 20: Chiang Mai-Chiang Rai dengan bis. Total perjalanan: 4 jam. Harga: Rp 118.000
Hari 20-23: Chiang Rai, Thailand. Penginapan: Baan Mai Kradan Hostel (best hostel!). Harga: 118.000 per malam

Di salah satu kuil terbagus yang pernah aku temui: White Temple, Chiang Rai

Hari 24: Chiang Rai-Chiang Mai dengan bis. Total perjalanan: 4 jam. Rp 118.000
Chiang Mai-Nong Khai dengan bis (overnight). Total perjalanan: 11.5 jam. Rp 478.000
Hari 25: Nong Khai-Vientiane dengan mini van. Total perjalanan: 1.5 jam. Rp 260.000
Hari 25-28: Vientiane, Laos. Penginapan: Dream Home Hostel (worst hostel!). Rp 122.000 per malam.

Hari 29: Vientiane-Vang Vieng, Laos dengan kereta cepat (1 jam). Rp 350.000
Hari 29-32: Vang Vieng, Laos. Penginapan: Vang Vieng Rock Backpacker Hostel. Rp 122.000 per malam.

Hari 33: Vang Vieng-Luang Prabang, Laos dengan kereta cepat (1 jam). Rp 344.000
Hari 33-37: Luang Prabang, Laos. Penginapan: Sunset Riverside Hostel. Rp 99.000 per malam.

Cantiknya pemandangan di kota Vang Vieng, Laos


Hari 37-38: Luang Prabang-Hanoi, Vietnam dengan bis. Total perjalanan: 26 jam (!!!). Harga: Rp 842.000
Hari 38-43: Hanoi, Vietnam. Termasuk day trip ke Halong Bay dan Incense Village. Penginapan: Golden Diamond Hotel (Rp 271.000 per malam) dan Hanoi Boutique House (Rp 533.200)

Hari 44: Hanoi-Sa Pa dengan bis (6 jam). Rp 273.000.
Hari 44-47: Sa Pa, Vietnam. Penginapan: Lustig Hostel (Rp 63.000)

Hari 48: Sa Pa-Ninh Binh dengan bis (Perjalanan: 9 jam, termasuk transit di Hanoi). Harga: Rp 550.285
Hari 48-51: Ninh Binh, Vietnam. Penginapan: City Garden Hostel (Rp 52.000)

Hari 51-52: Ninh Binh-Hoi An dengan bis overnight (14 jam). Rp 300.000
Hari 52-56: Hoi An, Vietnam. Penginapan: BAP Homestay (Rp 217.000 per malam)

Hari 56-57: Hoi An-Nha Trang dengan bis overnight (11 jam). Rp 553.000
Hari 57-59: Nha Trang, Vietnam. Penginapan: Mojzo Inn Boutique Hotel (best hotel!). Rp 215.000 per malam.

Hari 60: Nha Trang-Da Lat dengan mini van (3.5 jam). Rp 194.000.
Hari 60-62: Da Lat, Vietnam. Penginapan: Pretty Backpackers House (Rp 102.000 per malam)

Hari 63: Da Lat-Mui Ne dengan bis (4.5 jam). Rp 237.000
Hari 63-65: Mui Ne, Vietnam. Penginapan: T House Homestay (Rp 127.000 per malam).

White Sand Dunes, Mui Ne, Vietnam

Hari 66: Mui Ne – Ho Chi Minh dengan bis (4 jam). Rp 212.000
Hari 66: Ho Chi Minh, Vietnam. Penginapan: 9 Hostels and Suites (Rp 76.000 per malam).
Hari 67: Ho Chi Minh-Jakarta dengan maskapai Vietjet Air (3 jam). Rp 1.352.400

Panjang ya, perjalanan gw! Hahahhaa. Mostly untuk transportasi gw menggunakan bis, cuma naik kereta beberapa kali termasuk di Thailand dan Laos. Gw beli tiketnya semua di website 12GO. Untuk penginapan, gw kebanyakan di hostel, tapi pas di Vietnam gw cobain beberapa kali di hotel karena harganya lumayan terjangkau, kecuali yang di Hanoi! Nanti gw ceritain di post lain kenapa bisa dapet hotel semahal itu -___-

Untuk itinerary-nya memang sengaja gw buat 1 kota 3-4 hari karena gw kan travelling sambil kerja, jadi biar masih bisa disambi kerja dan ga buru-buru dikejar waktu. Kalau kalian cuma punya waktu liburan singkat, jumlah harinya bisa menyesuaikan. Yasudah segitu dulu post kali ini yang dipenuhi angka-angka. Sampai jumpa di post berikutnya! Lagi mikir mau Kamboja dulu atau Vietnam dulu! Haha. Ciao!