67 Hari Keliling Asia Tenggara: Chiang Mai

Setelah dari Bangkok dan Ayutthaya, perjalanan keliling Asia Tenggara tahun 2024 silam berlanjut ke Chiang Mai. Setelah naik bis antar kota terus sejak dari Ho Chi Minh, gw memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta dari Bangkok ke Chiang Mai. Perjalanan ditempuh selama 10.5 jam dengan tiket kereta seharga Rp 415.782. Keretanya sendiri ga beda jauh sama di Indonesia, tapi stasiun kereta Bangkok sangat modern dan nice. Sepanjang perjalanan gw kebanyakan tidur karena saat itu memang sedang tidak enak badan.

Gw sampai di stasiun Chiang Mai di malam hari dan langsung memesan grabcar menuju ke hostel. Kali ini gw menginap di @Home Hostel Wua Lai dengan harga Rp 99.000 per malam untuk 8 bed mixed dorm. Saat mulai rebahan di kamar hostel, gw menyadari sesuatu.. sekujur kaki bentol merah-merah semua. OMG! Cobaan apa lagi ini T____T .. Tebakan gw, gw terkena kutu kasur entah di hostel Bangkok ataupun di kereta. Lebih make sense di kereta sih, karena tadi malam bentol-bentolnya belum ada huhuhu. Keesokan paginya gw mencoba membeli salep dan obat minum di apotik, sesuai dengan saran apoteker. Namun 2 hari berlalu dan belum ada perubahan yang signifikan. Akhirnya resepsionis hostel menyarankan untuk ke dokter. Gw dicarikan dokter yang bisa Bahasa Inggris dan dibuatkan appointment di sana. Baik banget mbak-nya huhu. Gw pun ke dokter dan di sana saya disuntik serta diberi antibiotik, dokter bilang ini kemungkinan kena serangga hutan atau kutu kasur. Pikiran gw masih mencurigai kereta. Syukurlah biaya dokter ini bisa dirembourse asuransi dan sehari setelah disuntik keadaan mulai membaik. Huhu. Ada-ada aja ya, sampe rasanya pengen pulang aja sangking emosi terkuras gara2 sakit bentol2 ini. Huhu.

Kereta Bangkok Chiang Mai

Ki: Tersangka pelaku kutu kasur, Ka: Hasil kena kutu kasur 😦

Ok, selesai cerita sakitnya mari kita list ke mana saja gw saat di Chiang Mai. Chiang Mai ini kebanyakan temple jadi major attraction-nya ya temple. Berikut tempat-tempat yang gw kunjungi selama di Chiang Mai:
1. Wat Chedi Luang
Temple ini adalah salah satu temple populer di kota Chiang Mai yang terletak di Old Town atau di tengah kota. Untuk masuk ke temple yang dibangun pada abad ke-14 ini harus membayar 50 Baht (Rp 22.000).
2. Wat Phra Singh Woramahawihan
Juga dibangun di abad ke-14, temple ini berjarak tidak jauh dari Wat Chedi Luang. Tiket masuknya gratis.
3. Three Kings Monument
Monumen yang dibangun pada tahun 1983 ini ditujukan untuk mengenang pendiri Lanna Kingdom (yang sekarang merupakan Chiang Mai): Raja Mangrai, Ramkhamhaeng dan Ngam Mueang.
4. Wat Chiang Man
Wat Chiang Man, candi Buddha yang satu ini dibangun pada abad ke-13.
5. Wat Sri Suphan
Dijuluki Silver Temple, candi ini dibangun dengan menggunakan perak, aluminium dan niken. Sayang yang boleh masuk ke dalam hanya pria saja. Menurut gw, ini candi paling bagus dari yang gw datangi di Chiang Mai. Jaraknya juga dekat banget dari hostel, bisa jalan kaki.

Chiang Mai Temple

Ki: Wat Chedi Luang, Ka: Silver Temple


6. Wat Lok Moli
Candi ini jaraknya agak di luar Old Town, sekitar 400 meter dari Chang Phuak City Gate. Old Town Chiang Mai ini dikelilingi oleh tembok (tadinya benteng) yang dulunya digunakan untuk melindungi kota dari Burma.


7. Wat Phra That Doi Suthep
Ini dia temple yang paling terkenal di Chiang Mai, letaknya agak di luar kota dan ke sananya harus menaiki transportasi umum sejenis opelet dari Chiang Mai Zoo. Dari tempat naik jaraknya 30 menit menanjak ke atas bukit. Biasanya ada banyak orang yang naik opelet ini, tapi karena gw kesiangan jadi tinggal sendirian yang naik, dan kena 100 Baht (Rp 44.000). Perjalanannya lumayan berkelak-kelok dan bikin mabuk. Sesampainya di gerbang, kita harus naik tangga lagi untuk menuju ke atas temple. Tiket masuknya sendiri seharga 30 Baht (Rp 14.000). Sayang sampai atas Stupa-nya lagi direnovasi jadi ga bisa bener-bener menikmati temple ini. Kita juga bisa melihat pemandangan kota Chiang Mai dari temple ini dan banyak bunga-bunga cantik di sepanjang temple bermekaran.

Doi Suthep

Ki: Tangga menuju ke atas Doi Suthep, Ka: Bunga-bunga di selasar Doi Suthep

Nah, selain destinasi wisata, tentunya gw juga mencoba berbagai jenis kuliner Chiang Mai, berikut restoran/tempat makan yang gw kunjungi:
1. Cowboy Hat Lady
Terletak di Chang Phuak Market, street food ini dipopulerkan oleh Anthony Boudain. Yang terkenal di sini adalah Pork Leg, lengkap dengan nasi dan telur dihargai 60 Baht (Rp 26.000).
2. Khao Soi Lung Prakit Kad Kom
Kalo di Thailand Utara wajib nyobain yang namanya Khao Soi, mie dengan kuah kari yang kental. Bumbunya medok banget dan agak pedas. Khao Soi yang satu ini cukup terkenal dan masuk ke Michelin Guide. Harga: 90 Baht (Rp 40.000).
3. 9 Siblings
Gw juga nyoba Khao Soi lain di 9 Siblings. Meskipun belum masuk Michelin Guide gw lebih suka yang ini. Bumbunya ga semedok yang di Lung Prakit dan ga pedes. Gw pesen yang Beef dengan harga 100 Baht (Rp 44.000).

Khao Soi

Ki: Pork Leg Cowboy Hat Lady, Ka: Khao Soi Lung Prakit Kad Khom

Selain itu gw juga ke Cat Cafe yang bernama Catera Cat Cafe. Kucingnya banyaaaaak banget tapi ada yang nakal sampe gw dicakar. Chiang Mai ini berkesan banget ya, digigit serangga iya, dicakar kucing iya T____T

Setelah petualangan 5 hari di Chiang Mai, gw melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu: Chiang Rai.