Halo semuanya! Apa kabar? Udah lama banget ga nulis di blog ini ya. Belakangan udah terlalu sibuk sampai blog ini terlupakan hahaha. Well, karena lagi ada waktu luang, gw bakal cerita tentang pengalaman gw ke Semarang selama seminggu di akhir tahun 2022. Sebenernya bukan cerita pengalaman sih, gw bakal merangkum tempat-tempat yang musti dikunjungi selama di Semarang. Enjoy!
1. Kota Lama
Rasanya ke Semarang belum lengkap tanpa ke Kota Lama. Kota Lama ini mirip kaya Kota Tua di Jakarta, tapi lebih kecil. Beberapa spot yang penting di kota lama: Spiegel dan Gereja Blenduk. Kemarin waktu ke sana, gw ikut walking tour dari Bersukaria Walk. Jadi bisa dijelasin sama guide-nya sejarah mengenai bangunan-bangunan plus difotoin foto-foto kece. Rekomendasi resto di Kota lama: Warung Koyor. Jujur waktu itu ga sempet ke sini, tapi guide-nya bilang di sini enak 😀

Salah satu sudut di Kota Lama Semarang

Kita juga diajak jalan-jalan ke depan pabrik rokok Praoe Lajar

Salah satu sudut Kota Lama Semarang
2. Lawang Sewu
Nah ini juga salah satu yang wajib dikunjungi saat ke Semarang. Harga tiket masuk Lawang Sewu adalah Rp 20.000 untuk dewasa. Lawang Sewu ini tadinya adalah Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api. Sekarang ia menjadi museum yang menceritakan tentang perkeretaapian dari masa ke masa. Pas ke Lawang Sewu gw juga nyewa guide biar tau cerita di baliknya. Dan biar ada yang motoin juga hahaha. Turned out hasil jepretan si guide ini emang bagus banget. Harga guide-nya suka rela dengan perkiraan 50-100 ribu, cuma karena gw puas banget, jadilah gw kasi 150.000.

3. Simpang Lima
Yang ini khusus buat pecinta kuliner. Di simpang lima ini banyak banget kuliner khas Semarang yang bisa dijajal, dari Pecel, Tahu Petis, Lumpia dan lain-lain. Gw ke sana waktu itu pengen banget nyobain tahu petis terkenal, yang bernama Tahu Petis Prasojo cuma sayang banget lagi tutup. Akhirnya, gw makan tahu gimbal, yang juga merupakan kuliner khas Semarang. Di simpang lima ini kita juga bisa main kendaraan warna-warni gitu ngiterin simpang, tapi waktu itu gw ga sempet main. Hehe.
4. Klenteng Sam Poo Kong
Klenteng ini adalah klenteng terbesar di Indonesia. Didirikan untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, penjelajah terkenal asal Cina yang pernah berlabuh di Semarang. Kompleks ini terdiri dari beberapa klenteng dengan tema masing-masing. Di bagian belakang, terdapat ukiran kisah perjalanan hidup Laksamana Cheng Ho. Untuk masuk ke sini kita harus membayar sebesar Rp 10.000 (weekdays) dan ini baru sampe di area luar. Kita dapat juga membeli tiket terusan termasuk untuk masuk ke tiap klenteng, sebesar Rp 30.000 (weekdays). Saat itu, saya juga menyewa tour guide yang standby di area pintu masuk kuil, biar lebih asik dan tahu cerita di balik klenteng ini.

5. Chinatown
Sebenernya daerah Chinatown ini cukup luas, kita bisa ke klenteng Tay Kak Sie, mencicipi lumpia semarang di Gang Lombok dan tentunya wisata kuliner di Pasar Malam Semawis yang hanya buka di malam hari pada saat weekend. Ornamen khas Tiongkok pun banyak bertebaran di daerah ini, menjadikan tempat ini juga asik untuk dibuat foto-foto. Sebenernya banyak klenteng yang bertempat di sini, tapi yang paling rekomen itu klenteng Tay Kak Sie. Cukup gw aja lah, yang cape-cape muterin semua klenteng di Chinatown, kalian yang baca blog ini gw kasi review yang musti dikunjungi aja. Haha.

6. Museum Kota Lama
Selama di Semarang, gw mengunjungi sekitar 5 museum dan yang paling rekomen menurut gw itu adalah Museum Kota Lama. Museum Kota Lama menceritakan sejarah kota Semarang dengan modern dan interaktif. Harga tiketnya sendiri gratis, tapi harus mendapatkan slot untuk waktu yang available di aplikasi Lunpia. Selain menceritakan sejarah Kota Semarang, di museum ini kita juga bisa melihat artefak kereta api tua. Secara tidak sengaja, orang-orang yang membangun museum ini menemukan bangkai kereta api di bawah tanahnya.

7. Brown Canyon
Brown Canyon ini bisa dibilang letaknya agak di luar kota Semarang, jaraknya sekitar 40 menit dari kota Semarang. Kita bisa memesan taksi online untuk ke tempat ini. Brown Canyon ini unik karena landscape-nya sendiri tercipta dari proyek galian pertambangan yang sudah ada lebih dari 10 tahun. Bahkan sampai sekarang masih digunakan untuk pertambangan. Di sini banyak debu, jadi rekomen untuk pakai masker. Waktu yang paling pas untuk berkunjung adalah sore hari. 1 tips lagi: kalau menggunakan taksi online, mending supirnya disuruh nunggu kita terus kita bayar lebih untuk kembali ke kota Semarang, karena katanya bakal agak susah kalau mesan dari Brown Canyon, jarang yang mau ambil!

8. Museum Kereta Api Ambarawa
Kalo teman-teman punya banyak waktu di Semarang, gw saranin main ke kota sebelah yaitu Ambarawa, untuk merasakan naik kereta api wisata diesel dari Ambarawa ke Tuntang. Kita bisa naik kereta api ini dari Museum Kereta Api Ambarawa, tapi harus datang pagi agar tidak kehabisan tiket (tiket tidak dijual online). Harganya sendiri adalah Rp 120.000 untuk PP selama kira-kira sejam. Di kereta ini, akan ada pemandu yang menceritakan sejarah kereta api ini (dan kereta api uap yang dulu dipakai) dengan gaya bercerita yang menarik. Kalian juga akan disajikan pemandangan sawah yang sangat cantik selama perjalanan. Bener-bener keren sih!
Selain naik kereta api ini, kalian juga bisa melihat museum kereta api Ambarawa dengan beberapa keunikan mengenai kereta api di dalamnya.

Salah satu koleksi di Museum Kereta Api Ambarawa

Naik kereta Ambarawa-Tuntang

Pemandangan selama perjalanan kereta Ambarawa-Tuntang
Nah, kalo ke Ambarawa, ada 1 lagi tempat yang gw rekomendasiin namanya Eling Bening. Dari sini kalian bisa liat pemandangan alam di sekitar Ambarawa dari ketinggian yang bener-bener cakep. Ada restoran juga di sini. Cocok untuk makan siang atau sekedar ngemil cantik, sambil menikmati pemandangan.

Pemandangan dari Eling Bening
Sebenernya banyak tempat yang gw datengin selain tempat-tempat di atas, tapi dari yang gw datengin ya yang paling rekomen menurut gw yang gw tulis di sini. Jadi ikutin aja tempat-tempat ini ya. Dijamin puas selama berada di Semarang. See you! 😀
